Akurasi bom dalam negeri P-250L teruji dalam pengeboman Sukhoi malam hari

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Selain pengeboman pada siang hari menggunakan bom buatan dalam negeri P-250L, dalam Latihan Puncak Koopsau II “Sikatan Daya 2020” yang berlangsung di Air Weapon Range (AWR) Pandanwangi, Lumajang, Jawa Timur pesawat Sukhoi Su-30MK2 juga melaksanakan pengeboman menggunakan P-250L pada malam hari.

Bukan hal mudah, karena ini pertama kalinya pesawat Sukhoi TNI AU melaksanakan pengeboman malam hari menggunakan bom hidup (live) seberat 250 kg dengan daya ledak setara 70-80 kg TNT untuk setiap bomnya ini.

Saat menyaksikan langsung pengeboman dari jarak 2-3 km, penonton merasakan dentuman yang kencang secara beruntun karena satu pesawat Su-30 melepaskan 12 bom P-250L sekaligus.

Selain dentuman yang keras, penonton juga dapat melihat gumpalan api akibat ledakan yang sangat keras itu.

Pada Rabu malam, 30 September 2020,  “Flanker Flight” dari Skadron Udara 11, Wing Udara 5, Pangkalan TNI AU Sultan Hasanuddin terdiri dari dua pesawat Su-30MK2 melaksanakan pengeboman tersebut.

Masing-masing pesawat Su-30 adalah TS-3009 dengan pilot Letkol Pnb Gusti Ngurah dan Kapten Pnb Wachid serta TS-3004 dengan pilot Kapten Pnb Yanifa Eska dan Lettu Pnb Fajar, melaksanakan tugas pengeboman menggunakan bom P-250L dalam misi penyerangan untuk menghancurkan landasan musuh.

Masing-masing pesawat dibekali 12 bom P-250L dengan berat total mencapai tiga ton. Sehingga dua pesawat Su-30 memuntahkan 24 bom kebanggaan Indonesia ini seberat enam ton.

Pengeboman dilaksanakan oleh Flanker Flight pada pukul 19.30 WIB dari ketinggian 2.500 kaki (762 m) dengan kecepatan terbang 360 knot (666 km/jam).

Pada saat yang tepat, bom pun diluncurkan dari kedua jet tempur kelas berat buatan Rusia tersebut. Tidak berapa lama suara dentuman keras dan beruntun terdengar dalam interval dua kali.

pengeboman malam hari P-250L oleh Sukhoi

Pengeboman berhasil dilaksanakan, Flanker Flight kembali ke pangkalan udara depan (aju) di Lanud Iswahjudi, Magetan, Jawa Timur.

Keesokan harinya, evaluasi dilaksanakan. Komandan Lanud Iswahjudi Marsekal Pertama Widyargo Ikoputra mengatakan akurasi bom P-250L yang dibuat atas kerja sama TNI AU (Dislitbangau) – PT Dahana (Persero) – PT Sari Bahari ini sangat baik.

“Excellent,” kata Danlanud Iswahjudi menjawab konfirmasi dari Airspace Review perihal hasil pengeboman malam hari tersebut.

Dengan telah dibuktikannya pengeboman menggunakan P-250L buatan dalam negeri, baik pengeboman pada siang maupun malam hari, menurut catatan redaksi ada baiknya pengembangan bom P-250L maupun bom-bom produk dalam negeri lainnya mendapat dukungan yang lebih besar dari pemerintah.

Roni Sontani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *