Menanti pengganti, MiG-21 Kroasia kini sudah di ujung usia

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Seperti diberitakan di laman ini sebelumnya, Angkatan Udara Kroasia (HRZ) gagal mendapatkan 12 F-16 Barak bekas pakai AU Israel karena tak mendapatkan restu dari Amerika Serikat. Kroasia pun terus mencari pesawat pengganti MiG-21 yang telah lama mereka gunakan dan kini berada di usia senjanya.

Dari sejarahnya, seluruh arsenal MiG-21 milik HRZ memang sudah tak muda lagi. HRZ pun mendapatkannya dari pembelian ‘barang seken’.

Angkatan Udara Kroasia berdiri pada 12 Desember 1991 bersamaan dengan meletusnya Perang Kemerdekaan Kroasia yang ingin lepas dari induknya Republik Federal Yugoslavia.

Unit tempur pertama HRZ dibentuk dengan berisikian tiga unit MiG-21 Bis yang dilarikan (hasil pembelotan) pilot asal Kroasia yang berdinas di AU Yugoslavia. Sayangnya dua dia diantaranya hilang selama pertempuran.

Baru pada 1995 HRZ membeli 32 unit MiG-21 Bis dan delapan versi tandem MiG-21 UM dari Ukraina. Namun hanya setengah dari jumlah itu yang digunakan untuk membentuk satu skadron tempur operasional, yakni 16 MiG-21 dan delapan MiG-21 UM. Sisanya disiapkan sebagai suku cadang.

Mig-21 Kroasia
Tomislav Aviation

Selanjutnya pada 2003 seluruh pesawat MiG-21 HRZ ditingkatkan kemampuannya ke Rumania. Proses upgrade digarap oleh perusahaan Aerostar yang juga meng-upgrade MiG-21 AU Rumania dengan nama MiG-21 LanceR.

Delapan MiG-21 ditingkatkan menjadai setara MiG-21D, sementara empat MiG-21UM setara dengan MiG-21UMD. Huruf D menunjukkan nahwa perangkat analog telah berganti digital atau populer dengan sebutan ‘Digital Fishbed’.

Selusin jet tempur generasi ketiga buatan era Perang Dingin ini selanjutnya ditempatkan HRZ dalam skadron tempur ELZ di Pangkalan Udara 91 di Zagreb, Kroasia.

Upaya upgrade selusin MiG-21 ini semula berifat sementara dan akan digunakan hingga 2011. Masa transisi ini menunggu kedatangan jet tempur generasi baru yang akan mulai dipilih 2009. Namun demikian, program moderinasisi ini tak terwujud karena Kroasia keburu mengalami krisis keuangan pada 2010.

Untuk terus mempertahankan kekuatan lengan udara HRZ, pada 2013 Kementerian Pertahanan (Kemhan) Ukraina mengumumkan kerja sama dengan perusahaan Ukrspetsexport dari Ukraina.

Ukrspetsexport meng-upgrade selusin jet tempur MiG-21 HRZ. Sebanyak tujuh airframe disediakan oleh Kroasia, sedangkan lima sisanya diambil dari eks AU Ukraina. Pesawat ini diharapkan aktif hingga 2022 sampai penggantinya hadir yang semula akan diisi oleh F-16 Barak bekas AU Israel.

MiG-21 Kroasia
Tomislav Aviation

Dengan gagalnya pengadaan F-16 Barak tersebut, Kemhan Ukraina mempertimbangkan untuk mendapatkan F-16 seken dari negara lainnya termasuk AS dan alternatif lain adalah Gripen dari Swedia.

Saat ini selain HRZ, pengguna terbesar MiG-21 di daratan Eropa adalah AU Rumania (RoAF) dengan 36 unit masih berdinas aktif.

Sebelumnya negara Eropa Timur lainnya, AU Serbia telah mempurnabaktikan 31 unit MiG-21-nya sejak September 2015 silam.

Rangga Baswara Sawiyya

editor: ron raider

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *