Setelah 19 Tahun Tanpa Pembelian Jet Tempur Baru, Malaysia Terima 2 FA-50M dari Korea Selatan
ATMAIRSPACE REVIEW – Dua pesawat tempur ringan (LCA) pesanan Malaysia, FA-50M Fighting Eagle buatan Korea Aerospace Industries (KAI), dijadwalkan tiba pada Jumat ini. Menteri Pertahanan Malaysia Datuk Seri Mohamed Khaled Nordin kepada Bernama menyatakan, penerimaan pesawat ini akan memperkokoh kekuatan tempur udara Angkatan Tentera Malaysia (ATM).
Menyambut kedatangan pesawat tersebut, Malaysia telah menyiapkan infrastruktur, personel, serta dukungan pemeliharaannya.
Dua pesawat FA-50M dari Korea Selatan tersebut menjadi sejarah baru bagi RMAF setelah pembelian 18 jet tempur Sukhoi Su-30MKM dari Rusia yang tiba pada tahun 2007. Artinya, Malaysia telah vakum selama 19 tahun dalam hal akuisisi jet tempur.
Kuala Lumpur mengakuisisi 18 FA-50M, dengan sisa penerimaan pesawat lainnya akan dilaksanakan secara bertahap hingga Maret 2028.
Persiapan Operasional dan Skuadron
Saat ini, Skuadron No. 15 TUDM telah dipindahkan ke Pangkalan Udara Kuantan untuk mengoperasikan LCA tersebut. Para penerbang dan personel teknis telah menjalani pelatihan khusus di Korea Selatan sebagai persiapan mengoperasikan FA-50M.
FA-50M dilengkapi dengan radar Active Electronically Scanned Array (AESA), avionik modern, sistem pembidikan canggih, serta kemampuan serangan berakurasi tinggi. Kehadiran FA-50M akan meningkatkan kapasitas pertahanan udara, pelatihan tempur, dan kemampuan serangan TUDM dalam menghadapi kebutuhan operasional saat ini.
Kehadian FA-50M akan melengkapi Su-30MKM dan F/A-18D Hornet milik TUDM. Pencapaian Kemampuan Operasional Awal (IOC) dan Kemampuan Operasional Penuh (FOC) pesawat ini akan bergantung pada proses pengiriman pesawat, pelatihan personel, integrasi sistem, serta evaluasi operasional.
Investasi CAP55
Pengadaan bernilai hampir RM4 miliar (sekitar 985 USD atau Rp 18 triliun) yang ditandatangani pada Mei 2023 merupakan bagian dari upaya pemodernan TUDM di bawah Rencana Pengembangan Kemampuan 2055 (CAP55). Diharapkan, pada tahun depan pesawat-pesawat ini dapat tampil di pameran LIMA 2027 dan atraksi flypast pada Hari Kemerdekaan Malaysia.
Pada April lalu, sebanyak enam penerbang TUDM telah dikirim TUDM untuk menjalani pelatihan penerbangan intensif bersama Angkatan Udara Republik Korea (ROKAF) di Korea Selatan sebagai persiapan mengoperasikan FA-50M.
Pelatihan komprehensif selama 15 minggu yang berlangsung dari 26 Januari hingga 8 Mei tersebut dilaksanakan di Pangkalan Udara Tempur Ke-16 ROKAF, mencakup teori dasar, pelatihan simulator, hingga penerbangan langsung menggunakan pesawat T-50 dan TA-50.
FA-50M
Secara teknis, FA-50M varian Block 20 yang dipesan Malaysia merupakan salah satu varian paling canggih dalam keluarga Golden Eagle. Keunggulan utamanya terletak pada adopsi radar Active Electronically Scanned Array (AESA) PhantomStrike buatan Raytheon, yang memberikan jangkauan deteksi jauh lebih luas, ketahanan tinggi terhadap jamming, serta kemampuan melacak banyak target secara bersamaan.
Selain itu, jet tempur ini telah dilengkapi dengan sistem Link 16 Block 2 dan pipa pengisian bahan bakar di udara (in-flight refueling probe), yang memungkinkan FA-50M beroperasi dalam durasi penerbangan yang lebih lama dan terintegrasi mulus dengan sistem pertahanan sekutu.
Dari segi persenjataan dan kinerja penerbangan, jet tempur bermesin tunggal General Electric F404-GE-102 ini sanggup melaju hingga kecepatan supersonik Mach 1,5 dengan kelincahan manuver yang tinggi. FA-50M didesain sebagai pesawat tempur multiperan yang mampu menjalankan misi pertahanan udara hingga serangan permukaan berpresisi tinggi.
Pesawat ini tidak hanya mengandalkan kanon internal tiga tabung 20 mm, tetapi juga mengusung rudal jarak jauh Beyond-Visual-Range (BVR) seperti AIM-120 AMRAAM, rudal jarak pendek AIM-9 Sidewinder, hingga amunisi pemandu presisi seperti Joint Direct Attack Munition (JDAM) dan bom berpemandu laser. (PN)
