Peristiwa langka, ‘iringan gajah’ MiG-29 Fulcrum Angkatan Udara Mesir

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Unjuk kekuatan udara dengan menampilkan iringan jet tempur, pembom, atau pesawat angkut di landas pacu yang populer dengan istilah ‘Elephant Walk’ biasanya dilakukan menggunakan jet buatan Barat.

Sangat beralasan karena kegiatan ini memang dimunculkan pertama kali oleh Amerika Serikat sejak Perang Dunia II dengan menerbangkan gerombolan pesawat bersamaan secara cepat.

Tradisi ini kemudian sering dilakukan hingga sekarang oleh Angkatan Udara Amerika Serikat (USAF). Kegiatan ini juga diikuti oleh negara-negara lain seperti Korea Selatan termasuk juga pernah dilakukan oleh TNI AU menggunakan C-130 dan CN235/295.

Saat ini, selain unjuk gigi kekuatan, kegiatan Elephant Walk digunakan untuk menguji kemampuan dan kesiapan skadron tempur untuk dapat meluncurkan formasi besar pesawat dalam waktu singkat. Ini juga sebagai latihan kesiagaan jika terjadi perang sesungguhnya.

Seperti disebut di awal kalimat pembuka, maka menjadi tak lazim bila kegiatan Elephant Walk dilakukan menggunakan pesawat buatan Timur dalam hal ini khususnya buatan Rusia.

MiG-29 Elephant Walk
EAF

Nah, peristiwa langka ini terjadi pada saat Angkatan Udara Mesir (EAF) menggelar kegiatan Elephant Walk menggunakan jet tempur MiG-29 dalam latihan perang bersandi Qadir 2020 pada 16 Januari lalu.

Melansir the Avionist, dalam kegiatan langka ini EAF melibatkan 16 unit jet tempur multiperan MiG-29 Fulcrum yang berjalan rapi dan rapat di landas pacu.

Seperti diketahui, militer Mesir tak hanya menggunakan alutsista buatan Barat untuk melengkapi arsenalnya. Namun sebagian besar juga didatangkan dari Rusia.

Mig-29 elephant walk
EAF

Dalam hal ini termasuk jet MiG-29M dan seri MiG-29M2 (tandem) yang kontraknya ditandatangani pada 2015. Sebanyak 46 jet dipesan oleh Mesir dan mulai berdatangan sejak 2017 silam.

Rangga Baswara Sawiyya

editor: ron raider

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *