Tertarik Mengunjungi Kutub Selatan? Ini Cara yang Dapat Anda Tempuh

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Kutub Selatan atau Antartika adalah wilayah yang sangat jarang dikunjungi oleh manusia. Hanya segelintir orang saja yang dapat hidup di wilayah superdingin tersebut. Mereka adalah para peneliti dan ilmuwan, para penjelajah, dan wisatawan-wisatawan pemberani.

Jumlah penduduk tetap tidak tercatat di Kutub Selatan. Tidak hanya disebabkan oleh suhu yang sangat dingin, namun akses yang sulit membuat orang urung tinggal menetap di Antartika.

Para pembaca Airspace Review pasti penasaran, bagaimana cara terbaik untuk mengunjungi Kutub Selatan? Ya, dengan menggunakan moda transportasi udara!

Cara ini merupakan yang paling efisien dan mudah. Meski sangat sedikit perusahaan penerbangan yang mau melirik Kutub Selatan sebagai ladang bisnisnya, ada juga maskapai yang melayani penerbangan ke sana. Salah satunya adalah Antartic Logistic & Expeditions LLC.

Il-76TD
ALE Logistic

Maskapai ini didirikan pada 1985 oleh Nick Lewis, Mike Sharp, Peter Mc Dowell, David Rootes, dan Mike Mc Dowell. Antartic Logistic & Expeditions LLC menyediakan layanan khusus ke wilayah Antartika. Berbekal beberapa armada pesawat yang sangat luar biasa, mereka menjalankan usahanya. Mari kita kenali satu per satu pesawat yang digunakan.

BACA  Misi Pegasus 2018, Tiga Jet Tempur Rafale dan Satu A400M Akan Sambangi Jakarta

Ilyushin IL-76TD, pesawat bertubuh tambun salah satu varian dari sang induk Il-76. Pesawat berspesifikasi militer namun diberi desainasi sipil ini memiliki performa yang luar biasa.

Il-76TD
ALE Logistic

Il-76 Dikembangkan oleh para ilmuwan Uni Soviet pada era 1970-an. Pesawat ini membuktikan bahwa ilmuwan Soviet piawai menciptakan pesawat yang mampu beroperasi di wilayah superdingin dan tertutup salju. Berbekal empat mesin turbofan, Il-76TD mampu menghela udara dengan bobot terbang maksimal 190.000 kg. Varian ini mulai dikembangkan pada 1982. 

Il-76TD melayani rute penerbangan dari Bandara Presidente Carlos Ibanez del Campo, di Cile menuju Union Glacier blue-ice runway. Daya tampung pesawat ini hingga 60 penumpang. Setiap penumpang wajib menggunakan jaket tebal selama penerbangan untuk menahan udara dingin yang menusuk.

BACA  500 Kasus Penjiplakan Alutsista Rusia Terjadi Selama 17 Tahun
DHC-6 Twin Otter
ALE Logistic

Setelah para penumpang mendarat di Union Glacier Camp, penerbangan dilanjutkan menuju beberapa daerah lain di Kutub Selatan dengan menggunakan pesawat berukuran kecil, yaitu De Havilland DHC-6 Twin Otter.

Twin Otter, pesawat buatan Kanada yang sudah malang melintang dalam penggunaan di wilayah terpencil ini dipilih karena berbagai hal. Alasanya sederhana, pesawat ini didesain mampu mendarat di bermacam landasan. Kemampuan yang tidak kalah penting adalah short take-off and landing (STOL) dengan daya angkut penumpang hingga 19 orang.

Penerjunan Antartika
Dok. Naila Novaranti

Pesawat lain yang menjadi tulang punggung Antartic Logistic & Expeditions LLC adalah Basler BT-67. Setali tiga uang dengan DHC-6 Twin Otter, pesawat ini juga memiliki kemampuan STOL yang ditenagai mesin Pratt and Whitney PT6A-67R. BT-67 digunakan untuk mengantar dan menjemput wisawatawan yang ingin menjelajah Kutub Selatan.

BACA  Bundeswehr Terima Tank Leopard Generasi Termodern

Selain mengurus logistik dan mengantar penumpang, Antartic Logistic & Expeditions LLC juga mencari data untuk kebutuhan prediksi cuaca dan respons darurat.

Basler BT-67
ALE Logistic

Pastinya, saat ini pergi mengunjungi Kutub Selatan tidak lagi sesulit seperti zaman Roald Amundsen dan Robert Falcon Scott.

Apakah anda tertarik berkunjung ke sana?

RND

editor: ron raider

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *