A-29 Super Tucano Berhasil Singkirkan AT-6B Wolverine dalam Program OA-X USAF

ANGKASAREVIEW.COM – Setahun setelah penetapan dua finalis OA-X (Observation Attack-Experiment) oleh Angkatan Udara AS (AU AS/USAF) pada Februari 2019, akhirnya pesawat A-29 Super Tucano dinyatakan keluar sebagai pemenang kompetisi.

A-29 Super Tucano yang diikutsertakan dalam kompetisi ini merupakan pesawat hasil kerja sama Sierra Nevada Corp. (SNC) dari AS dengan Embraer dari Brasil menggunakan basis EMB-314 Super Tucano. Pesawat ini berhasil menyisihkan jagoan dari Textron Aviation, AT-6B Wolverine.

Tautan: Tunggu Ketuk Palu, AU AS Bakal Pilih Super Tucano atau Wolverine?

Keputusan pemenang program OA-X diumumkan pada 8 Mei 2019 oleh Komando Materiil AU AS. SNC diputuskan menjadi pemasok tunggal pengadaan pesawat serang ringan (Light Attack Aircraft) untuk USAF. Kontrak resmi akan dilaksanakan pada akhir tahun ini.

Dilansir dari Defense News, meskipun kalah, Textron Aviation akan mendapatkan kontrak terpisah untuk pengadaan AT-6B oleh AU AS. Pengadaan dua-tiga unit Wolverine ini untuk dijadikan sebagai pesawat eksperimen lanjutan yang akan ditempatkan di Pangkalan Udara Nellis, Nevada dan Hurlburt Field, Florida.

Tautan: Angkatan Udara Nigeria Beli 12 A-29 Super Tucano

Disebutkan, AU AS membutuhkan setidaknya 359 pesawat serang ringan A-29 yang akan dimasukkan ke dalam delapan skadron operasional dan tiga unit pelatihan terbang (FTU).

AT-6BTextron Aviation

Pesawat serang ringan bermesin turboprop ini akan menggantikan peran pesawat tempur/serang bermesin jet. Terutama untuk digunakan pada peperangan asimetris atau menghadapi lawan lemah tanpa dukungan pertahanan udara yang mumpuni.

Dengan kecepatan terbang yang rendah, A-29 sangat cocok digunakan sebagai pesawat serang darat, dukungan dari udara untuk pasukan darat, dan pemantau gerakan musuh. Biaya operasionalnya juga jauh lebih ekonomis dibanding pesawat bermesin jet.

Tautan lain: Akaer Mosquito, Pesawat COIN Murni Rancangan Brasil

Mengenai A-29 sendiri, kemapuannya telah ditingkatkan dibandingkan Super Tucano asli Embraer. Terutama dalam kapasitas dan jenis persenjataan yang diusungnya. Pesawat juga telah mendapat perlindungan balistik tambahan di bagian sisi kokpit.

A-29USAF

Sebagai alat penggebuk, selain senapan mesin kaliber 12,7 mm, A-29 Super Tucano juga dibekali beragam bom termasuk jenis bom pintar, tabung roket kaliber 70 mm, rudal udara ke udara AIM-9L Sidewinder, serta rudal udara ke darat AGM-65 Maverick.

Tautan: Ketika Super Tucano Beraksi Kawal B737

Mesin pesawat ini masih tetap mengandalkan turboprop PT6A-68C buatan Pratt & Whitney Canada. Kecepatan terbang maksimum mencapai 590 km/jam dan ketinggian terbang maksimum hingga 10.000 meter. Sementara jangkauan operasinya sejauh 1.330 km atau lama terbang kurang lebih 8 jam.

Tautan: Hery “Smacker” Setiawan Capai 1.000 Jam Terbang di Super Tucano

Kemenangan A-29 dalam kompetisi OA-X memang sudah banyak diperkirakan sebelumnya. Dikarenakan, pesawat ini telah teruji (battle proven) di medan perang Afganistan. Angkatan Udara Afganistan sendiri mendapatkan hibah A-29 Super Tucano dari AU AS sebanyak 26 unit sejak 2016.

Rangga B. Sawiyya

 

editor: raider

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *