Bundeswehr Dirundung Masalah dengan Tank Puma Baru Mereka

ANGKASAREVIEW.COM – Angkatan Bersenjata Jerman (Bundeswehr) tengah memesan 350 unit tank Puma yang harganya digadang sekitar 9,3 juta dolar AS per armadanya. Program pengadaan tersebut dinilai pembelian alutsista paling mahal.

Namun tampaknya Bundeswehr dirundung masalah dengan tank baru bertipe IFV (infantery fighting vehicle) tersebut. Pasalnya Sobat AR, tank ini dinilai terlalu pendek sehingga banyak prajurit yang tidak dapat masuk ke dalam perut kendaraan baja ini.

Disinyalir, permasalahan tersebut bersumber karena terjadi kegagalan dalam hal perencanaan dan desain ranpur ini. Projekt System Management (PSM) GmbH -KSO Krauss-Maffei Wegmann dan Rheinmetall Landsysteme- merupakan produsen tank ini.

Suratkabar lokal, Welt, menyebutkan, lambung Puma baru maksimal hanya dapat dimasuki prajurit yang tingginya tak lebih dari 1.84 meter. Sedangkan tank yang ada saat ini dapat memuat prajurit yang tingginya mencapai 1.96 meter dengan maksimal tinggi prajurit 1.91 meter untuk menghuni bagian kemudi.

Hal ini berarti, Sobat AR, banyak prajurit Bundeswehr yang tidak memenuhi persyaratan untuk bermigrasi ke tank Puma baru, mengutip laman suratkabar tersebut.

Baca Juga:

Mantan Tulang Punggung Bundeswehr, Miskin Pengalaman Tapi Laku di Pasaran

Pupus Harapan, AD Norwegia Batal Upgrade MBT Leopard 2A4 ke Versi 2A7V

Media Jerman itu menyebutkan, Berlin memperkirakan ukuran (tinggi) prajurit menggunakan data statistik medis 15 tahun silam. Data tersebut kemudian dijadikan acuan untuk merancang ruang kabin yang memiliki sistem perlindungan tingkat tinggi bagi awaknya.

Desain yang dilakukan termasuk pada konstruksi kursi khusus yang melindungi operatornya dari eksplosif dan gelombang kejut eksplosif.

Dari pemberitaan laman Sputnik yang menukil laman tersebut, militer Jerman menilai bahwa hal itu masih perlu diklarifikasi jika desain tank baru dapat diubah dan para ahli harus segera bertemu untuk membahas masalah ini.

Dampak dari masalah tersebut, standar ukuran yang salah tersebut mendorong Kementerian Pertahanan Jerman untuk memesan peralatan baru yang seragam dengan tankmen serta mengubah standar perekrutan.

Bundeswehr dijadwalkan akan menerima seluruh pesanan tank Puma mereka pada 2020. Hingga kini, pengiriman tank tertunda 57 bulan (hampir 5 tahun). Hal ini salah satunya disebabkan meningkatnya harga ranpur ini menjadi 1.41 miliar dolar AS atau harga perunitnya naik 55 persen dari indikasi harga awal.

(ERY)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *