DSA 2018: Hanwha Pamerkan Panser Tigon 6×6 Pengganti Black Fox

Hanwa
ROE

ANGKASAREVIEW.COM – Setelah mengakuisisi pabrik senjata Doosan DST tahun 2016, Hanwha Defense Systems, Korea Selatan mulai membangun panser baru pengganti Black Fox 6×6, 22 unit di antaranya dibeli oleh TNI AD yang di Indoensia dikenal sebagai panser Tarantula.

Panser yang dinamai Tigon 6×6  tersebut saat ini sedang ditampilkan perdana dalam ajang DSA (Defence Services Asia) 2018 yang berlangsung di Kuala Lumpur, Malaysia 16-19 April. Panser ini dipajang bersama di stan AVP Engineering yang menjadi mitra lokalnya.

AVP Engineering sendiri telah lama menjadi mitra bisnis Hanwha. Perusahaan ini bergerak dalam bidang karoseri khusus seperti ambulance. Saat ini mereka sedang menawarkan panser Tigon 6×6 untuk Angkatan Darat Malaysia yang sedang mencari panser APC untuk pasukan perdamaian internasionalnya.

Bila proyek ini berjalan lancar maka AVP Engineering akan melengkapi interior Tigon sebagai bagian dari perjanjian transfer teknologi. Sementara Hanwha bertanggung jawab menyediakan lambung panser dan subsistem lainnya.

Secara tampilan, siluet Tigon terlihat lebih rendah dari pendahulunya Black Fox. Panser berbobot kisaran 22 ton ini dilengkapi baju zirah yang kebal terhadap peluru senapan serbu dan sanggup bertahan dari ledakan ranjau.

Istimewa

Ditenagai mesin turbo diesel C9.3 buatan Caterpillar berdaya 525 hp yang dikawinkan dengan transmisi otomatis 6 percepatan Allison 4500SP, Tigon Sanggup melaju 100 km/jam di jalan rata atau 8,5 km/jam berenang menggunakan water jet-nya. Jangkauannya digadang sejauh 1.000 km.

Varian Tigon APC bisa membawa delapan pasukan bersenjata ditambah tiga orang awak yakni sopir, komandan, dan juru tembak. Persenjataan bela diri yang ditawarkan yakni kubah RCWS dengan senapan SMB kaliber 12,7 mm. Varian panser kanon juga akan dibuat dengan meriam kaliber 30 mm dan 90 mm.

Fitur unggulan lain yang ditawarkan Tigon adalah penggunaan sistem run flat tire, AFSS (automatic fire suppression system), kamera CCD termal untuk pengemudi serta sistem komunikasi dan perangkat IFF.

Diinformasikan, setelah gelaran DSA usai, Angkatan Darat Malaysia akan segera menguji Tigon 6×6. Namun, belum ada kepastian untuk mengakuisisi termasuk jumlahnya.

Sebelumnya AD Malaysia pernah tertarik dengan panser Black Fox dari Doosan dan Anoa dari Pindad, namun semuanya pun batal. RANGGA BASWARA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *