Jelang Latma dengan Korea, AS Tunjukkan Aksi Pemanasan F-35B di USS Wasp

ANGKASAREVIEW.COM – Seminggu jelang pelaksanaan Latihan Bersama (Latma) Militer tahunan antara Amerika Serikat dan Korea Selatan pada 1 April mendatang, para penerbang tempur Korps Marinir AS telah melakukan “aksi pemanasan” di kawasan Samudera Pasifik dekat Kepulauan Okinawa, Jepang.

Para pilot menunjukkan aksinya menerbangkan jet tempur siluman F-35B dari geladak kapal serbu amfibi berbobot mati 40.000 ton, USS Wasp (LHD 1), yang juga sering disebut sebagai kapal induk mini.

“Ini merupakan penugasan bersejarah, memadukan kapabilitas F-35B dengan USS Wasp. Sangat signifikan sekali meningkatkan kemampuan antara Korps Marinir dengan Angkatan Laut AS,” ujar Panglima Grup Tempur Ekspedisi 7, Laksamana Muda Brad Cooper, kepada CNN yang diundang langsung melakukan peliputan di USS Wasp.

Bagi F-35B, USS Wasp sebenarnya bukan kapal baru. Tahun 2013 jet tempur Lightning II ini telah melaksanakan uji coba terbang dan mendarat di kapal ini. Namun untuk misi latihan bersama, baru kali ini F-35B dan USS Wasp dikerahkan.

BACA  Perhelatan Maks-2019 Akan Dikemas dengan Sensasi Baru

Cooper menambahkan, saat ini F-35B sudah dalam kondisi siap tempur. “Jika kita membutuhkan pesawat ini dalam pertempuran hari ini, maka semuanya sudah siap,” tandasnya.

Senada dengan Cooper, pilot F-35B Kapten Robert Reddy juga menerangkan soal kesiapan tempur F-35B. “Ini adalah pesawat yang sangat canggih dan juga multiperan. Sehingga, bisa melaksanakan misi tempur udara ke udara, udara ke darat, dan perang elektronik,” jelasnya.

CNN
CNN

Latma Militer tahunan antara AS dan Korea Selatan tahun ini akan dilaksanakan selama satu bulan dengan sandi “Foal Eagle” untuk manuver lapangan dan dua minggu dengan sandi “Key Resolve” untuk simulasi komputer. Tahun lalu “Foal Eagle” dilaksanakan selama dua bulan dengan pengerahan USS Carl Vinson (CVN 70) dan F-35B.

BACA  Gantikan Antonov An-26, Pantai Gading Pesan C295 kepada Airbus Defence and Space

Untuk “Foal Eagle” kali ini AS akan mengerahkan 11.500 personel pasukan, sedangkan Korea Selatan mengerahkan 290.000 personel pasukan. Sementara untuk “Key Resolve” yang dimulai pada pertengahan April, AS akan mengerahkan 12.200 personel, sedangkan Korea mengerahkan 10.000 personel pasukannya.

Korps Marinir AS sendiri menurunkan 2.300 personel yang diambil dari Marine Expeditionary Unit ke-31 di Okinawa. Sementara AL AS, selain mengerahkan USS Wasp, juga menurunkan kapal-kapal perusak berpeluru kendali seperti USS Sterett (DDG 104) dan USS Dewey (DDG 105). RONI SONTANI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *