Bertemu Zelensky dan Guterres, Erdogan ingatkan bencana nuklir

AFP
(LtoR) Turkish President Recep Tayyip Erdogan, Ukrainian President Volodymyr Zelensky and UN Secretary-General Antonio Guterres shake hands at the end of their press-conference following the talks in western Ukrainian city of Lviv on August 18, 2022, amid Russian invasion of Ukraine. (Photo by Dimitar DILKOFF / AFP)

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada hari Kamis menemui Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dan Sekjen PBB Antonio Guterres di Lviv, Ukraina.

Pertemuan dengan Zelensky merupakan pertemuan tatap muka pertama Erdogan sejak Ukraina diserang oleh Rusia mulai 24 Februari 2022.

Dalam pertemuan tersebut Erdogan memperingatkan tentang bahaya bencana nuklir.

“Kami khawatir. Kami tidak menginginkan Chernobyl lagi,” kata Erdogan saat konferensi pers di kota timur Lviv seraya menandaskan bahwa Ankara merupakan sekutu kuat Kyiv.

Erdogan menyatakan bahwa ia bersama dengan Ukraina dan teman-temannya.

“Sambil melanjutkan upaya kami untuk menemukan solusi, kami tetap berada di pihak teman-teman Ukraina kami,” tandas Erdogan yang beberapa hari lalu melakukan pertemuan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di resor Laut Hitam, Sochi.

Sementara itu, Antonio Guterres menyampaikan keprihatinannya tentang situasi di fasilitas PLTN Zaporizhzhia dan mengatakan hal itu harus didemiliterisasi.

Kerusakan pada PLTN, kata Guterres, merupakan potensi bunuh diri.

Akan halnya Volodymyr Zelensky mengesampingkan perdamaian dengan Rusia kecuali Moskow mau menarik pasukannya dari Ukraina.

Dia mengatakan kepada wartawan bahwa dia sangat terkejut mendengar dari Erdogan bahwa Rusia siap untuk semacam perdamaian.

“Pertama mereka harus meninggalkan wilayah kami, dan kemudian kita akan lihat nanti,” ujar Zelensky.

-Poetra-

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *