Ketegangan dengan Iran meningkat, USAF kerahkan jet tempur F-15E ke Diego Garcia

USAF F-15E Strike EagleUSAF

AIRSPACE REVIEW – Angkatan Udara AS (USAF) pada 16 Mei 2025 telah mengerahkan satu detasemen jet tempur (sekitar enam pesawat) Boeing F-15E Strike Eagle ke Diego Garcia, pangkalan terdepan strategis utama AS di Samudra Hindia.

Pengerahan tersebut menyusul meningkatnya ketegangan dengan Iran dan pengerahan kembali pesawat pembom strategis B-52H ke pulau tersebut.

Kedatangan armada F-15E dari pangkalannya di Seymour Johnson, North Carolina merupakan bagian dari konsep yang lebih luas tentang penolakan udara dan proyeksi kekuatan di tengah ancaman regional yang terus berkembang.

Boeing F-15E Strike Eagle dikembangkan dari pesawat tempur taktis segala cuaca bermesin ganda yang dioptimalkan untuk misi superioritas udara F-15 Eagle dengan penambahan peran multi.

Awalnya dirancang dan diproduksi oleh McDonnell Douglas, F-15E pertama kali terbang pada tahun 1986 dan produksi berlanjut di bawah Boeing setelah penggabungan perusahaan pada tahun 1997.

Pesawat ini menjadi pesawat tempur serang/interdiktor utama USAF mulai mendekati akhir Perang Dingin dan secara bertahap menggantikan F-111 Aardvark.

Strike Eagle telah dikerahkan untuk operasi militer di Irak, Afghanistan, Suriah, dan Libya. Selama operasi ini, F-15E telah melakukan serangan mendalam terhadap target bernilai tinggi dan patroli udara tempur dan memberikan dukungan udara dekat untuk pasukan koalisi.

Pesawat ini juga telah diekspor ke beberapa negara dan diharapkan tetap dalam layanan USAF hingga tahun 2030-an. Versi termutakhir dari varian ini adalah F-15EX Eagle II yang kini secara betahap telah diterima oleh USAF.

Pesawat dengan kecepatan terbang maksimum hingga Mach 2,5 ini dilengkapi dengan radar AN/APG-63 dan kemampuan untuk membawa hingga delapan rudal udara ke udara, terdiri dari AIM-7, AIM-120, dan AIM-9.

Dalam konteks pengiriman ke pangkalan di Diego Garcia, peran F-15E diandalkan untuk pencegatan ancaman regional, khususnya dari Iran.

Secara strategis, pengerahan F-15E ke Diego Garcia memperkuat pertahanan berlapis dari pos terdepan yang menjadi pusat operasi AS di Indo-Pasifik.

Selain pembom B-52 dan pesawat pengintai, Diego Garcia berfungsi sebagai simpul untuk operasi Angkatan Laut dan Angkatan Luar Angkasa AS. (RNS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *