Iran Konfirmasi Pembelian Jet Tempur Su-35 Rusia, Media Jerman Sebut 50 Unit

Su-35 Iran
Jet tempur Su-35 Iran.

AIRSPACE REVIEW – Angkatan Bersenjata Iran mengonfirmasi telah menyelesaikan pembelian jet tempur canggih Su-35 dari Rusia sebagai bagian dari langkah strategis untuk memperkuat armada udara negara tersebut. Perwakilan Angkatan Bersenjata Iran, Brigadir Jenderal Mohammad Akraminia, menyampaikan kepada portal berita Tabnak bahwa rencana integrasi pesawat tempur buatan Rusia ini telah resmi disetujui, di mana para pilot Iran pun telah menyelesaikan pelatihan mereka sebelum pecahnya konflik bersenjata dengan Amerika Serikat.

Akraminia menegaskan bahwa adopsi teknologi militer Rusia akan memainkan peran vital dalam mendongkrak kemampuan tempur Angkatan Udara Iran sekaligus mempercepat kemandirian teknologi pertahanan nasional. Ia meyakini bahwa kerja sama erat dengan sekutu-sekutu Teheran menjadi fondasi utama untuk meningkatkan kapasitas militer negara.

Iran memperkirakan seluruh unit jet tempur Su-35 tersebut akan diterima secara penuh begitu konflik militer dengan Amerika Serikat berakhir, yang diyakini bakal secara signifikan meningkatkan daya pukul pertahanan udara Iran.

Media Jerman Sebut Iran Pesan 50 Unit Su-35

Sebelum operasi militer gabungan AS dan Israel dimulai, Teheran dilaporkan telah menerima pengiriman batch pertama jet tempur Su-35 pada Januari 2025. Meski jumlah unit pada pengiriman perdana tersebut tidak diungkapkan secara resmi, media penerbangan asal Jerman, Flug Revue, sebelumnya menyebutkan bahwa Iran memesan total 50 unit jet tempur dari Rusia.

Su-35 Flanker-E merupakan jet tempur multifungsi generasi 4.5 buatan Rusia yang dirancang untuk meraih keunggulan di udara sekaligus menghantam sasaran darat maupun laut. Pesawat tempur ini dibekali teknologi mesin thrust-vectoring yang memberikannya kemampuan manunggal sangat tinggi (supermaneuverability), memungkinkannya melakukan manuver-manuver ekstrem dalam pertempuran jarak dekat yang sulit ditandingi oleh jet tempur sekelasnya.

Persenjataan Canggih

Selain keunggulan aerobatik, Su-35 dilengkapi dengan radar canggih Irbis-E PESA yang mampu mendeteksi dan melacak puluhan target udara dari jarak jauh secara bersamaan. Jet tempur ini juga mampu membawa beragam amunisi berpresisi tinggi serta rudal udara ke udara jarak jauh, menjadikannya lompatan teknologi yang sangat signifikan bagi armada udara Iran yang selama ini didominasi oleh pesawat generasi tua.

Dari sektor persenjataan, Su-35 ditopang oleh 12 titik tumpu (hardpoints) yang mampu mengusung beban amunisi hingga 8 ton. Jet ini dapat meluncurkan rudal udara-ke-udara jarak jauh R-37M serta R-77-1 berpemandu radar aktif untuk pertempuran luar jangkauan visual (BVR), rudal jarak pendek R-73 untuk duel jarak dekat, hingga rudal jelajah udara ke permukaan Kh-59ME dan Kh-31P antiradar. Kombinasi muatan ini memberikan Su-35 fleksibilitas tinggi untuk melumpuhkan target udara musuh sekaligus menghancurkan sistem pertahanan udara dan aset strategis di darat maupun laut.

Di sisi lain, perkembangan modernisasi udara Iran ini terus memicu perhatian dunia internasional. Military Watch Magazine melaporkan bahwa para pejabat militer AS dan Israel kini menaruh perhatian khusus terhadap pengoperasian pesawat latih-tempur Yak-130 buatan Rusia oleh Iran.

Pesawat tersebut dinilai memiliki kemampuan tempur tinggi karena mampu menyerang target di luar jangkauan visual serta melepaskan amunisi pada sudut ekstrem tanpa perlu mengarahkan hidung pesawat secara langsung ke sasaran. (AF)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *