Krisis Keuangan, airBaltic Pangkas 100 Pilot dan 200 Awak Kabin: Serikat Pekerja Protes Kriteria PHK

Armada pesawat airBalticairBaltic
Armada A220-300 airBaltic.

AIRSPACE REVIEW – Maskapai penerbangan asal Latvia, airBaltic, merencanakan pemangkasan tenaga kerja terbaru yang berdampak pada sekitar 100 pilot dan 200 awak kabin. Serikat Pekerja Penerbangan Latvia (Latvian Aviation Union/LAU) mengungkapkan bahwa proses pemutusan hubungan kerja (PHK) akan mulai diberitahukan kepada para staf pada akhir pekan ini.

“Mulai Sabtu, lebih dari 300 pilot dan awak kabin airBaltic akan mulai mengetahui apakah mereka dapat mempertahankan pekerjaan mereka,” bunyi pengumuman perusahaan. Langkah ini langsung menyulut protes keras dari LAU yang menilai kriteria penilaian belum diserahkan secara tertulis dan proses evaluasi berjalan tanpa transparansi yang memadai.

Krisis Keuangan dan Penurunan Armada

Pengurangan staf ini merupakan tindak lanjut dari pengumuman manajemen airBaltic pada 5 Oktober 2026 yang menyebutkan bahwa antara 500 hingga 700 karyawan berisiko kehilangan pekerjaan demi memastikan keberlanjutan masa depan maskapai. Langkah efisiensi drastis ini diambil di tengah krisis keuangan yang membelit perusahaan, di mana airBaltic telah mengajukan perlindungan bangkrut Chapter 11 di Amerika Serikat.

Sebagai bagian dari restrukturisasi tersebut, maskapai juga mengonfirmasi rencana untuk memangkas jumlah armada pesawat Airbus A220-300 milik mereka dari 54 unit menjadi 36 unit pada akhir tahun 2026, sebelum secara bertahap dinaikkan kembali ke kisaran 40 unit pada tahun 2031.

LAU Tuntut Dialog dan Penundaan

Pihak LAU menegaskan bahwa ratusan staf kini berada dalam ketidakpastian mengenai nasib pekerjaan mereka akibat sistem pemeringkatan yang dianggap bermasalah. Mereka menyatakan bahwa para karyawan diperingkatkan berdasarkan kriteria yang belum diterima serikat pekerja secara tertulis, menggunakan daftar promosi yang diakui oleh airBaltic sendiri pada 3 September mengandung elemen non-objektif.

Selain kriteria yang dinilai janggal, LAU menyoroti fakta bahwa seluruh pemangkasan awak kabin dipusatkan di basis (base) Riga di Latvia, sementara basis Tallinn di Estonia dan Vilnius di Lithuania tetap aman.

Pihak serikat juga mengecam langkah maskapai yang justru merekrut hingga 30 awak kabin untuk operasional Belgrade melalui agen tenaga kerja sementara di Serbia di saat staf tetap airBaltic diberhentikan.

Oleh karena itu, LAU mendesak manajemen untuk menunda pemberitahuan individu dan mengajak pihak maskapai berunding. “Mari kita bertemu dan menyepakati jalan keluar yang objektif, demi para kru dan demi maskapai penerbangan yang telah diinvestasikan oleh negara Latvia dan publik,” tegas LAU.

Tanggapan airBaltic

Menanggapi gelombang protes tersebut, pihak airBaltic mengonfirmasi estimasi angka pengurangan staf tersebut meski menegaskan hasilnya belum final hingga proses evaluasi selesai sepenuhnya. Juru bicara perusahaan menjelaskan bahwa efisiensi ini terpaksa dilakukan menyusul penyesuaian volume penerbangan dan jaringan rute untuk tahun depan, di mana pangkalan Riga memang mengalami kelebihan staf sehingga karyawan terdampak akan ditawari opsi pemindahan ke pangkalan lain jika memungkinkan.

Terkait polemik kriteria penilaian, Edvards Dālderis selaku Perwakilan Komunikasi Internasional airBaltic menegaskan bahwa kriteria seleksi telah ditentukan setelah melalui beberapa putaran konsultasi. “Meskipun airBaltic awalnya mengusulkan kriteria yang berbeda, perusahaan menyetujui solusi kompromi setelah mempertimbangkan argumen yang disampaikan oleh serikat pekerja: yaitu memanfaatkan sistem evaluasi yang ada untuk pilot dan awak kabin yang telah diterapkan secara teratur di dalam perusahaan,” ujarnya.

Dālderis menambahkan bahwa kriteria yang dipilih telah memperhitungkan masa kerja, kualifikasi profesional, serta kinerja staf, dan pihak maskapai berkomitmen untuk menjalankan proses ini secara transparan, konsisten, serta memperlakukan semua pihak dengan penuh rasa hormat. (RNS)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *