Modernisasi KRI Sriwijaya-100: PT PAL dan BRIN Uji Riset Sistem Pendorong Energi Bersih

KRI Sriwijaya-100Wikipedia
KRI Sriwijaya-100.

AIRSPACE REVIEW – PT PAL Indonesia memperkuat kerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk mendorong penerapan hasil riset dalam pengembangan teknologi maritim nasional. Kolaborasi ini diarahkan untuk memperkuat keterhubungan antara riset dan kebutuhan industri, termasuk melalui rencana riset sistem pendorong berbasis energi bersih untuk KRI Sriwijaya-100.

Penguatan kerja sama tersebut dituangkan dalam penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) tentang Riset dan Pemanfaatan Hasil Riset dan Inovasi di Bidang Industri Maritim Indonesia. Kesepakatan ditandatangani oleh Deputi Bidang Pemanfaatan Riset dan Inovasi BRIN, E. Hendrian, dan Direktur Produksi PT PAL Indonesia, Diana Rosa, di Jakarta, Selasa (27/10).

Diana menegaskan bahwa keterlibatan industri menjadi bagian penting dalam mengarahkan hasil riset agar dapat menjawab kebutuhan pengembangan teknologi nasional.

“Bagi kami, hasil riset harus diterjemahkan menjadi teknologi yang aplikatif dan menjawab kebutuhan industri. Karena itu, pengembangan sistem pendorong KRI Sriwijaya menjadi salah satu langkah untuk mempertemukan kemampuan riset dengan pengalaman industri. Kami berharap kerja sama ini menghasilkan teknologi yang memiliki nilai strategis bagi kemandirian industri maritim Indonesia,” ujarnya.

Ruang lingkup kolaborasi diperluas mencakup riset, pengembangan, serta pemanfaatan hasil riset dan inovasi di bidang industri maritim, energi, dan industri proses. Perluasan ini memberikan ruang bagi PT PAL dan BRIN untuk mengembangkan kerja sama lintas bidang yang relevan dengan kebutuhan teknologi kapal dan industri pendukungnya.

Pengembangan Teknologi Propulsi dan Energi

Salah satu fokus kerja sama adalah riset sistem pendorong berbasis energi bersih yang direncanakan untuk KRI Sriwijaya. Riset tersebut menjadi bagian dari upaya menjajaki pengembangan teknologi propulsi dan energi yang lebih maju, dengan mempertemukan kapasitas riset nasional dan pengalaman PT PAL dalam pembangunan serta pengembangan kapal.

Bagi PT PAL, kolaborasi ini memiliki arti strategis dalam memperkuat kemampuan desain, rekayasa, dan integrasi teknologi di dalam negeri.

Keterhubungan antara lembaga riset dan industri diharapkan dapat mendorong hasil penelitian menuju pemanfaatan yang sesuai dengan kebutuhan operasional, sekaligus meningkatkan kompetensi sumber daya manusia yang terlibat dalam pengembangannya.

Kesinambungan kerja sama ini menjadi landasan bagi kedua pihak untuk menjalankan agenda riset dan inovasi secara berkelanjutan.

Melalui kolaborasi ini, PT PAL dan BRIN berharap dapat memperkuat kemampuan nasional dalam mengembangkan serta memanfaatkan teknologi strategis, sekaligus mendukung kemandirian industri maritim Indonesia. (PN)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *