Kendalikan MQ-25A dari Jarak 3.300 Km via Satelit, US Navy Cetak Rekor Baru Pengoperasian Drone Tanker

USS Ronald Reagan kendalikan drone MQ-25 dari jarak 3.300 km.US Navy
USS Ronald Reagan kendalikan drone MQ-25 dari jarak 3.300 km.

AIRSPACE REVIEW – Angkatan Laut Amerika Serikat (US Navy) sukses mendemonstrasikan kemampuan pengendalian pesawat nirawak tanker MQ-25A Stingray dari jarak lebih dari 3.300 kilometer pada Oktober 2026.

Uji coba ini menghubungkan Pusat Peperangan Udara Tak Berawak di atas kapal induk USS Ronald Reagan (CVN-76) yang sedang berlayar di Samudra Pasifik dengan fasilitas pengujian Boeing di Illinois melalui stasiun kendali MD-5C.

Dengan memanfaatkan jaringan komunikasi satelit orbit rendah Bumi, tautan perintah dapat terjalin dengan stabil tanpa terhalang jarak maupun kelengkungan Bumi yang biasanya membatasi sinyal radio konvensional.

Meski drone tidak diterbangkan secara fisik melintasi Pasifik ke Illinois, pengujian ini terbukti krusial untuk memvalidasi infrastruktur kendali jarak jauh yang dibutuhkan dalam operasi laut yang kompleks.

Perluas Radius Operasional

Dikembangkan oleh Boeing, MQ-25A Stingray memegang peran strategis dalam modernisasi armada penerbangan Angkatan Laut AS.

Sebagai drone pengisi bahan bakar di udara, kehadiran Stingray memungkinkan jet tempur seperti F/A-18E/F Super Hornet untuk memperluas radius operasional mereka tanpa harus sering kembali ke kapal induk.

Hal ini sekaligus mengalihkan tugas pengisian bahan bakar yang sebelumnya dilakukan oleh pesawat berawak, sehingga jet-jet tempur dapat difokuskan sepenuhnya pada misi serangan dan pertahanan udara.

Keunggulan ini sangat relevan untuk operasi di wilayah Pasifik yang diwarnai tantangan geografis berupa bentangan jarak yang sangat luas.

Pengujian kendali jarak jauh ini sekaligus menandai pergeseran besar menuju era penerbangan angkatan laut berbasis integrasi drone dan komunikasi satelit.

Menyusul uji terbang perdananya pada April 2026, Angkatan Laut AS kini tengah bersiap memasuki tahap produksi awal dalam jumlah terbatas sembari terus mengevaluasi keandalan sistem komunikasi, prosedur peluncuran, dan koordinasi dengan pesawat berawak.

Ke depan, infrastruktur yang dikembangkan untuk MQ-25A ini diharapkan dapat membuka jalan bagi pengoperasian berbagai jenis pesawat nirawak masa depan di atas kapal induk. (RW)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *