Ratusan Drone Kamikaze Rusia Meluncur ke Ukraina Bersamaan dengan Pembatasan Kecepatan Starlink
Via XAIRSPACE REVIEW – Rusia telah meluncurkan lebih dari 850 drone kamikaze keluarga Geran (Geran-2/4/5) ke Ukraina dalam waktu sekitar satu setengah hari antara 14-15 Oktober 2026.
Serangan tersebut terjadi bersamaan dengan pembatasan kecepatan pada jaringan Starlink oleh SpaceX terhadap Ukraina yang berefek pada pengurangan jumlah drone pencegat yang dapat digunakan Kyiv untuk menembak jatuh drone-drone Rusia tersebut.
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy , mengatakan serangan datang dalam gelombang yang konstan dan bahwa wilayah udara Ukraina tidak pernah bebas dari drone selama satu jam pun.
Ditambahkan, pasukan pertahanan udara Ukraina berhasil menjatuhkan sebagain besar drone kamikaze Rusia tersebut, dengan puluhan di antaranya lolos .
Akibat serangan Rusia tersebut, media melaporkan tiga orang tewas di Kropyvnytskyi dan tiga orang lainnya di wilayah Dnipropetrovsk.
Pembatasan Kecepatan Starshield
Sebelumnya pada 13/14 Oktober, SpaceX telah membatasi kecepatan Starshield, versi Starlink untuk militer yang digunakan oleh angkatan bersenjata Ukraina, hingga 160 km/jam (sekitar 100 mph) untuk terminal yang bergerak.
Kementerian Pertahanan Ukraina mengatakan SpaceX memberlakukan batasan tersebut secara sepihak dan tanpa peringatan.
Terminal apa pun yang bergerak lebih cepat dari itu akan kehilangan koneksinya, mengganggu misi pencegat dan drone jarak menengah serta pengintaian garis depan, logistik, dan relai sinyal.
Di bawah batasan tersebut, pembatasan paling berat dirasakan oleh pertahanan udara Ukraina. Terutama menghadapi drone Geran-4 dan Geran-5 bertenaga jet.
Drone tersebut dapat terbang hingga 600 km/jam, sehingga drone pencegat Ukraina harus mengejar mereka dengan kecepatan jauh lebih tinggi daripada 160 km/jam.
Layanan kemudian dipulihkan di bawah ambang batas 160 km/jam, dan Mykhailo Fedorov mengatakan bahwa drone serang dan pencegat seharusnya dapat terbang kembali, sambil menambahkan bahwa Ukraina membutuhkan penghapusan batas kecepatan Starshield sepenuhnya.
Zelenskyy mengatakan kepada Financial Times pada 15 Oktober bahwa pembatasan itu adalah keputusan yang disengaja dari pihak Amerika Serikat dan bukan kesalahan teknis, meskipun ia tidak tahu apakah SpaceX atau pemerintah AS yang membuat keputusan tersebut. (RBS)
