Singapura Resmi Operasikan SIGMA 155 Mm SPH Buatan Israel
Elbit AmericaAIRSPACE REVIEW – Angkatan Darat Singapura secara resmi telah mengoperasikan howitzer swagerak (self-propelled howitzer) 155 mm terbaru buatan Israel, SIGMA, untuk secara bertahap menggantikan sistem artileri lama.
Kehadiran alutsista anyar ini dikonfirmasi langsung oleh Kementerian Pertahanan Singapura setelah penampakannya tertangkap dalam perayaan HUT ke-50 Divisi ke-6 Angkatan Darat Singapura.
Kementerian Pertahanan Singapura menjelaskan, howitzer roda ban beroda penuh (fully automated wheeled howitzer) —yang disebut sebagai Truck Mounted Gun— ini diproyeksikan menggantikan meriam swagerak rantai SSPH Primus dan meriam tarik FH-2000.
Meriam 155 Mm
Dikembangkan oleh perusahaan pertahanan Israel, Elbit Systems, SIGMA mengusung meriam 155 mm dengan laras 52-kaliber yang dipasang di atas sasis truk beroda 10X10 buatan Oshkosh.
Menara artileri otomatisnya mampu melakukan penargetan dan penembakan 360 derajat penuh, serta dioperasikan oleh awak minimal dua hingga tiga personel dari kabin berlapis baja.
Sistem ini mampu membawa 40 amunisi cangkang, 216 muatan propelan modular, dan 45 pemicu, dengan tingkat tembakan maksimal delapan putaran per menit serta jangkauan tembak antara 41 hingga 70 km tergantung jenis amunisi yang digunakan.
Precision Land Shooter
Selain SIGMA, militer Singapura turut memamerkan sistem serangan presisi seluler bernama Precision Land Shooter yang dibangun di atas kendaraan Isuzu D-Max.
Sistem ini dilengkapi dengan sembilan sel peluncur yang disusun dalam tiga baris.
Meskipun Kementerian Pertahanan belum mengungkap jenis senjata pastinya, publikasi pertahanan Asian Military Review menyebut sistem ini dirancang untuk meluncurkan amunisi loitering.
Sementara itu, publikasi Janes mencatat kemiripan visualnya dengan peluncur rudal Spike NLOS guna mendukung pertempuran di lingkungan perkotaan yang kompleks.
Pengungkapan SIGMA di Singapura sekaligus menjadi titik terang atas kontrak senilai 106 juta dolar AS yang ditandatangani Elbit Systems pada November 2021 lalu untuk memasok howitzer SIGMA ke negara kawasan Asia-Pasifik yang saat itu dirahasiakan pembelinya. (PN)
