Batalkan 6 F126, AL Jerman Akuisisi 8 Fregat F128 yang Berdimensi Lebih Lincah

Fregat F128TKMS
Fregat F128.

AIRSPACE REVIEW – Komite Anggaran Bundestag Jerman telah menyetujui pengadaan empat fregat MEKO A-200 DEU (F128) tambahan dari TKMS (Thyssen Krupp Marine Systems), sehingga meningkatkan rencana pengadaan Angkatan Laut Jerman menjadi delapan kapal.

Pengadaan yang diumumkan 8 Oktober 2026 ini menyusul pembatalan enam fregat tipe F126 sebelumnya dari Damen Schelde Naval Shipbuilding.

Keputusan baru ini menggunakan opsi menyertai empat fregat pertama F128 yang disetujui pada 8 Juli 2026. Nilai perkiraan pengeluaran biaya mencapai 11,6 miliar euro, termasuk 6,3 miliar pada batch pertama dan 5,3 miliar untuk batch kedua.

Empat kapal pertama dijadwalkan dikirim mulai Desember 2029 hingga Maret 2032, dan kedelapan kapal tuntas pada 2035.

Kehadiran fregat F128 ini akan digunakan untuk melakukan misi peperangan antikapal selam di Baltik, Laut Utara, Atlantik, dan Kutub Utara guna mendukung komitmen Jerman terhadap NATO.

Berdimensi Lebih Kecil

Secara dimensi, fregat F128 memiliki dimensi lebih kecil, panjangnya 121 m dibandingkan 166 m pada F126. Bobotnya juga jauh lebih ringan 3.950 ton dibandingkan F126 yang mencapai 10.550 ton.

Perlengkapan yang direncanakan pada F128 termasuk modul peperangan antikapal selam serta menampung dua helikopter NH90 ASW.

Fregat F128 akan dilengkapi radar Sea Giraffe 4A FF dari Saab, yang menggunakan empat susunan AESA S-band tetap dengan teknologi galium nitrida untuk pengawasan 360 derajat. Saab juga memasok sistem manajemen tempur 9LV.

Persenjataan yang direncanakan pada F128 meliputi sel peluncuran vertikal Mk 41, rudal pertahanan udara RIM-116 RAM, NSM, meriam laut 76/62 mm, kanon otomatis SeaSnake 30, dan torpedo MU90.

Untuk sistem propulsinya, kapal menggunakan mesin CODAG-WARP, menggabungkan dua mesin diesel 6 MW dan turbin gas 20 MW yang menggerakkan waterjet.

Kecepatan maksimum F128 mencapai 29 knot (53,7 km/jam), jangkauan melebihi 6.500 mil laut (12.038 km) saat melaju pada kecepatan jelajah 16 knot, dan daya tahan di laut mencapai 28 hari. (RBS)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *