Korea Utara Pacu Pembangunan Pangkalan Laut Tapchon untuk Armada Kapal Perang Baru

Kapal perusak Kang Kon Korea UtaraKCNA
Kapal perusak Kang Kon Korea Utara

AIRSPACE REVIEW – Korea Utara dilaporkan telah meningkatkan intensitas pembangunan pangkalan angkatan laut di Tapchon. Aktivitas ini terungkap berdasarkan analisis para ahli dari proyek 38 North terhadap citra satelit komersial milik Vantor.

Pangkalan laut tersebut berlokasi di pantai timur Korea Utara, tepatnya di Teluk Wonsan dan berdekatan dengan pangkalan angkatan laut Muncheon yang sudah ada sebelumnya.

Tanda-tanda awal dimulainya kembali aktivitas konstruksi pertama kali terdeteksi pada Juli 2026. Sejak saat itu, para pekerja mulai mendirikan akomodasi sementara di lokasi proyek, melakukan pembersihan serta pemerataan lahan, hingga membangun jalan-jalan baru.

Di saat yang sama, tim pekerja mulai memperbaiki dan memperluas dermaga yang ada. Sebuah dermaga baru atau struktur peluncuran juga sedang dibangun di salah satu titik. Selain itu, beberapa bangunan lama peninggalan proyek pelabuhan perikanan sebelumnya telah diruntuhkan.

Pangkalan Baru untuk Armada Samudra

Rencana pembentukan pangkalan militer ini secara resmi diumumkan oleh Korea Utara pada September 2024, tak lama setelah kunjungan pemimpin tertinggi Kim Jong-un ke area tersebut.

Dalam laporan kantor berita negara KCNA kala itu, Kim menyatakan Korea Utara akan segera menerima kapal-kapal perang dan kapal selam baru yang ukurannya tidak dapat ditampung oleh infrastruktur yang ada saat ini.

Oleh karena itu, ia menegaskan bahwa pembangunan pangkalan angkatan laut modern merupakan program yang mendesak.

Kim Jong-un juga memerintahkan pembangunan pelabuhan militer modern yang mampu mendukung sistem persenjataan Angkatan Laut, sekaligus mengerahkan sistem pertahanan udara dan pertahanan pantai di sekitar pangkalan.

Pada Juni 2026, dalam upacara peresmian kapal perusak (destroyer) baru bernama Choe Hyon, Pemimpin Korea Utara kembali menyoroti kendala infrastruktur tersebut.

Ia mengakui bahwa Korea Utara masih kekurangan pangkalan yang sanggup menampung kapal perang berukuran besar dan mengonfirmasi bahwa kepemimpinan Partai Buruh telah memutuskan untuk membangun pangkalan-pangkalan angkatan laut baru.

Pada bulan September, kapal kedua dari kelas tersebut, yaitu Kang Kon, resmi bergabung dengan Armada Timur melalui upacara peresmian di Wonsan.

Sebelumnya pada Juli 2025, Korea Utara juga telah mengumumkan rencana pembangunan kapal perusak ketiga dari kelas Choe Hyon.

Ekspansi di Pangkalan Lain dan Pulau Sok

Selain proyek di Tapchon, aktivitas konstruksi skala besar juga teramati di pangkalan angkatan laut Nampo yang terletak di pantai barat Korea Utara.

Pangkalan Nampo merupakan lokasi pembuatan kapal pertama dari kelas ini, Choe Hyon, yang diluncurkan pada 25 April 2025 setelah masa pembangunan sekitar 400 hari.

Citra satelit Vantor menunjukkan adanya pembangunan gedung produksi baru berukuran besar di galangan kapal Nampo.

Lahan yang cukup luas di samping dua aula pembuatan kapal yang ada juga sedang dibersihkan, diiringi dengan perluasan area tepi laut.

Proyek konstruksi besar lainnya juga sedang berlangsung di Pulau Sok, sekitar 30 kilometer sebelah barat daya Nampo. Pulau ini dikenal memiliki beberapa akses masuk ke fasilitas pelabuhan bawah tanah.

Di Pulau Sok, jalan-jalan telah diperlebar untuk mengakomodasi lalu lintas truk, dan sejumlah bangunan baru telah didirika. Beberapa di antaranya menyerupai barak militer atau akomodasi pekerja konstruksi.

Meski demikian, hingga saat ini belum terlihat pekerjaan konstruksi signifikan di area sekitar mulut pintu masuk pelabuhan bawah tanah, dan tujuan utama dari pembangunan masif di pulau tersebut masih belum diketahui secara pasti. (RNS)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *