Menhan Resmikan Ranpur AAV M-35, Korps Marinir Targetkan 35 Unit Hingga Akhir 2026
Kemhan RIAIRSPACE REVIEW – Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Menhan RI), Sjafrie Sjamsoeddin, memimpin Upacara Penerimaan dan Penyerahan Kendaraan Tempur Amfibi AAV M-35 untuk Korps Marinir TNI Angkatan Laut di Lapangan Apel Brigif 1 Marinir, Kesatrian Marinir Hartono, Cilandak, Jakarta Selatan, pada Senin, 28 September 2026.
Acara penyerahan ranpur amfibi ini dihadiri oleh Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Muhammad Ali, dan Pejabat Wakil Duta Besar AS di Jakarta, Aqueelah T. Johnson.
Kedatangan alutsista ini diawali dengan penerimaan 12 unit AAV M-35 tahap pertama di Indonesia pada Selasa, 22 September 2026.
Baca di Sini: 12 Unit Ranpur Amfibi AAV Gelombang Pertama Tiba di Indonesia untuk Korps Marinir
Pengiriman awal tersebut merupakan bagian dari pemenuhan target 35 unit AAV M-35 sepanjang tahun 2026, di mana 23 unit sisanya akan dikirimkan secara bertahap hingga akhir tahun, sebelum disusul dengan pengadaan tambahan sebanyak 70 unit pada tahun 2027.
Kehadiran ranpur amfibi ini diproyeksikan untuk memperkuat kemampuan mobilitas, daya angkut, perlindungan armor, serta manuver taktis pasukan Korps Marinir dalam mengeksekusi operasi pendaratan dari laut menuju pantai hingga penguasaan sasaran di darat.
Varian Modernisasi AAV-7A1 RAM/RS
Secara teknis, AAV M-35 merupakan varian modernisasi AAV-7A1 RAM/RS (Reliability, Availability, Maintainability/Re-engine and Suspension) buatan Amerika Serikat dengan sistem penggerak roda rantai.
Ranpur ini ditenagai mesin diesel Cummins V903 berdaya 525 tenaga kuda yang mampu mendorong kendaraan hingga kecepatan 15 km/jam di perairan dan 75 km/jam di darat, serta memiliki keandalan operasi laut hingga kondisi gelombang Sea State 5.
Kendaraan tempur amfibi ini sanggup mengangkut 21 prajurit pendarat beserta perlengkapan tempur penuh di samping tiga awak kendaraan, serta dipersenjatai kombinasi senapan mesin berat kaliber 12,7 mm dan pelontar granat otomatis kaliber 40 mm untuk memberikan bantuan tembakan jarak dekat.
Target Total 105 Unit
Usai upacara penyerahan, Kasal menegaskan bahwa total alokasi AAV M-35 yang akan dioperasikan oleh Korps Marinir TNI AL secara keseluruhan mencapai 105 unit.
“Jadi yang datang sekarang ini ada 12 unit, dari total 35 unit yang direncanakan terpenuhi hingga akhir tahun 2026. Kemudian nanti kita akan tambah lagi 70 unit. Jadi totalnya nanti ada 105 unit,” ujar Muhammad Ali kepada media.
Selain penambahan kuantitas ranpur, TNI AL juga berfokus melakukan upgrade pada sektor avionik dan komunikasi.
“Kita juga akan perbaiki sistem komunikasinya dengan yang baru, sehingga nanti bisa terkoneksi dengan alutsista TNI AL yang lainnya,” tambahnya.
Penambahan armada amfibi ini nantinya akan didistribusikan secara merata untuk memperkuat tiga Komando Pelaksana Utama Korps Marinir, yaitu Pasmar 1 di Jakarta, Pasmar 2 di Surabaya, serta Pasmar 3 di Sorong.
Panglima Korps Marinir (Pangkormar), Letnan Jenderal TNI (Mar) Endi Supardi, turut menyambut baik kehadiran AAV M-35 sebagai bagian integral dari program modernisasi alutsista dan penyesuaian doktrin tempur amfibi modern.
Dikatakan bahwa integrasi unit AAV M-35 ini dipastikan bakal meningkatkan efektivitas penggelaran pasukan Marinir dari kapal pendarat menuju tumpuan pantai hingga penetrasi sasaran strategis di daratan.
Langkah pengadaan ini juga akan diimbangi dengan pemenuhan persenjataan perorangan serta perlengkapan pendukung modern guna memastikan kesiapan operasional prajurit baret ungu di seluruh penjuru Tanah Air. (PN)
