Strategi jemput bola Tiongkok menghadirkan pesawat C919 dan helikopter serang Z-10ME di Singapore Airshow 2024

C919 and Z-10ME_ Airspace Review (1)Via X

SEJAK hari Minggu jet penumpang Tiongkok, COMAC (Commercial Aircraft Corporation of China, Ltd.) C919, telah melakukan penerbangan latihan di atas Changi Exibition Center di Singapura untuk persiapan pertunjukan udara dalam gelaran Singapore Airshow 2024. Ini adalah pertama kalinya pesawat pesaing A320neo dan B737 MAX hadir di pameran udara bergengsi dua tahunan paling berpengaruh di Asia tersebut.

Sedikitnya Tiongkok menghadirkan lima pesawat yang dikembangkan COMAC termasuk C919, akan menemui publik di pameran udara tersebut.

C919 akan melakukan demonstrasi penerbangan di Singapore Airshow 2024 yang berlangsung pada 20-25 Februari ini dan menghadirkan masa depan teknologi penerbangan sipil Negeri Tirai Bambu di luar negara.

Program pengembangan jet komersial C919 diluncurkan pada tahun 2008. Produksi pesawat ini dimulai pada bulan Desember 2011 dengan prototipe pertama diluncurkan pada tanggal 2 November 2015 dan melakukan penerbangan perdananya pada tanggal 5 Mei 2017.

Pada tanggal 29 September 2022, C919 berhasil menerima Sertifikat Tipe dari CAAC (Civil Aviation Administration of China). Pesawat produksi pertama dikirim ke China Eastern Airlines pada 9 Desember 2022 dan mulai melayani penerbangan komersial pada 28 Mei 2023.

Pesawat ini, yang sebagian besar dibuat dengan paduan aluminium, ditenagai oleh mesin turbofan CFM International LEAP buatan Prancis. Pesawat dapat membawa 156 hingga 168 penumpang dalam konfigurasi operasi normal dan menjangkau jarak hingga 5.555 km (3.500 mil).

Antara Zhuhai dan Singapura

Tiongkok secara rutin menggelar Airshow China di Zhuhai, Provinsi Guangdong. Namun pameran tersebut lebih menitikberatkan pada pameran teknologi dan produksi penerbangan serta militer Tiongkok. Sedangkan Singapore Airshow lebih terbuka untuk peserta dari luar negeri dengan rata-rata 1.000 perusahaan dari 50 negara ikut berpartisipasi dan dikunjungi oleh 50.000-an pengunjung.

Di Singapore Airshow 2024, Tiongkok mendirikan paviliun negara dan perusahaan-perusahaan dirgantara untuk pertama kalinya, menurut Experia, panitia Singapore Airshow.

Meski tidak ikut dalam pertunjukan udara, helikopter Z-10ME yang dihadrikan CAIC (Changhe Aircraft Industries Corporation), diprediksi akan menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung untuk mengetahui lebih jauh mengenai helikopter serang ini.

Z-10ME merupakan varian versiĀ upgrade yang dikembangkan untuk Angkatan Darat Pakistan, yang menjadi pengguna pertama versi ekspor helikopter ini.

Pakistan memilih untuk mengakuisisi Z-10ME sebagai pengganti dari heli serang T129 ATAK buatan Turkish Aerospace (TA) yang batal diekspor karena dicegah oleh Amerika Serikat. Pada 2018 Pakistan telah menandatangani kesepakatan dengan TA untuk memasok 30 unit T129 ATAK senilai 1,5 miliar dolar AS. Namun di tengah perjalanan, kontrak ini mendapatkan hambatan.

Kegagalan penjualan helikopter ini diakibatkan oleh embargo yang diberlakukan oleh Amerika Serikat atas penggunaan mesin LHTEC T800-4A untuk T129 ATAK. Mesin turboshaft ini dikembangkan bersama oleh Rolls-Royce Inggris dan perusahaan Honeywell dari Amerika Serikat.

Apa yang dilakukan Tiongkok atau China di pameran udara internasional dua tahunan setiap tahun genap di Singapura, menandakan strategi jemput bola yang dilakukan oleh Beijing. Negara-negara maju memang lazim melakukan hal ini sebagai bagian dari strategi dagang atau penjualan produk-produk industri dalam negerinya.

Hadir di Singapore Airshow 2024, akan memberikan dampak bagi produk Tiongkok seperti C919 dan Z-10ME, dikenal lebih luas oleh dunia internasional. Di sini Tiongkok terlihat berupaya untuk semakin maju dan bersaing dengan negara-negara produsen lainnya.

-RNS-

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *