Persiapkan Terbang Perdana, Rusia Mulai Rakit Prototipe Jet Tempur Siluman Su-75 Checkmate
Global Look PressAIRSPACE REVIEW – Rusia menyatakan prototipe pertama jet tempur siluman bermesin tunggal Su-75 Checkmate saat ini sedang dalam proses pembangunan dan perakitan akhir untuk bersiap menjalani uji terbang perdana.
Informasi yang dirilis pada 28 September 2026 tersebut menandai babak baru bagi proyek garapan Sukhoi di Komsomolsk-on-Amur ini, setelah sebelumnya sempat mengalami penundaan berturut-turut sejak pertama kali diperkenalkan ke publik pada pameran udara MAKS 2021.
Pihak manufaktur memastikan bahwa pesawat tempur ringan generasi kelima tersebut baru akan mengudara setelah seluruh tahapan perakitan serta uji coba darat (ground test) rampung secara menyeluruh.
Versi Ringan dan Ekonomis dari Su-57
Su-75 Checkmate dirancang oleh United Aircraft Corporation (UAC) sebagai platform tempur yang lebih ringan dan ekonomis dibandingkan Su-57, dengan memadukan fitur siluman jejak radar rendah (low radar cross-section), ruang senjata internal (internal weapons bay), serta dukungan kecerdasan buatan (artificial intelligence) untuk membantu pilot.
Secara teknis, Checkmate dibekali konfigurasi mesin tunggal, saluran masuk udara supersonik tanpa pengalih (diverterless supersonic inlet), dan ekor berbentuk V.
Pesawat ini diproyeksikan mampu melaju hingga kecepatan Mach 1,8, membawa muatan tempur hingga 7,4 ton, serta memiliki jangkauan jelajah mencapai 2.900 km tanpa tangki bahan bakar tambahan.
Di pasar internasional, Moskow memproyeksikan Su-75 sebagai opsi ekspor yang kompetitif untuk menantang dominasi F-35 buatan Amerika Serikat, khususnya bagi negara-negara yang membutuhkan jet tempur siluman generasi kelima berbiaya operasional lebih terjangkau.
Selain dikembangkan untuk melengkapi jajaran alutsista Angkatan Bersenjata Rusia mendampingi Su-57, arsitektur Su-75 juga dirancang agar dapat dikembangkan ke dalam varian nirawak (unmanned) di masa depan.
Kampanye uji terbang yang dijadwalkan mulai tahun 2026 ini akan menjadi pembuktian krusial bagi Sukhoi untuk menguji performa aerodinamika, integrasi sensor, serta efektivitas sistem misi secara nyata di udara sebelum melangkah ke tahap produksi massal. (AF)
