Polisi Inggris Bebaskan Lima Pria London Terduga Upaya Teror di RAF Fairford

Pengebom B-1B Lancer dan B-52H Superfortress USAF di RAF Fairford InggrisToby Melville/Reuters
Pengebom B-1B Lancer dan B-52H Superfortress USAF di RAF Fairford Inggris.

AIRSPACE REVIEW – Lima pria warga negara Inggris yang ditangkap di dekat pangkalan udara RAF Fairford di Gloucestershire karena dugaan membawa bahan peledak dan upaya teror telah dibebaskan dengan jaminan oleh Kepolisian Antiteror (Counter Terrorism Policing).

Meskipun dibebaskan, kelima pria berusia antara 23 hingga 25 tahun asal London tersebut tetap berada di bawah penyelidikan ketat dan dikenakan pembatasan gerak serta larangan kontak.

Penyidik terus mendalami dugaan tindak pidana terorisme dan potensi keterlibatan negara asing terhadap mereka.

Asisten Komisaris Laurence Taylor dikutip Reuters mengungkapkan, penyidik tengah mendalami apakah para tersangka bertindak atas perintah negara asing, baik secara sadar maupun tidak sadar, meski pihak kepolisian sejauh ini belum mengonfirmasi motif pasti maupun dalang di balik aksi tersebut.

Seperti diberitakan sebelumnya, penangkapan bermula pada Minggu dini hari, 27 September 2026, ketika polisi menerima laporan warga mengenai tiga kendaraan mencurigakan di dekat pangkalan.

Baca di Sini: Bawa Bahan Peledak dan Dekati Pangkalan B-52/B-1B AS di Inggris, Lima Pria Diciduk Polisi

Petugas bersenjata kemudian meringkus para tersangka di Desa Whelford atas dugaan pelanggaran Undang-Undang Bahan Peledak dan persiapan aksi terorisme, yang disusul dengan evakuasi sekitar 85 rumah warga di sekitar radius garis pengaman.

Pangkalan Udara RAF Fairford memegang peranan vital sebagai lokasi operasi depan bagi pembom berat Angkatan Udara Amerika Serikat (USAF) di Eropa.

Kampanye Udara di Iran

Sekitar 18 pesawat pembom B-1B Lancer dan B-52H Stratofortress ditempatkan di pangkalan tersebut sejak Maret 2026 untuk mendukung kampanye udara pimpinan AS terhadap Iran.

Sejumlah laporan media menyebutkan penyidik tengah memeriksa kemungkinan keterlibatan rezim Iran, mengingat Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) pada Juli 2026 sempat mengeluarkan peringatan terbuka bahwa pangkalan yang digunakan untuk menyerang wilayahnya, termasuk RAF Fairford, akan dijadikan sebagai target sah.

Insiden ini juga memicu perbedaan narasi antara otoritas Inggris dan Presiden AS Donald Trump, yang mengeklaim bahwa para tersangka telah dipantau sejak lama dan berniat menimbulkan kerusakan besar berkat kerja sama intelijen kedua negara.

Namun, Kepolisian Antiteror Inggris menegaskan penangkapan berawal dari laporan spontan warga lokal di lapangan, serta mengimbau publik untuk memberi ruang bagi tim penyidik dalam mengusut tuntas operasi penegakan hukum yang kompleks ini. (RW)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *