Bocoran Dokumen Ungkap Rencana Rusia Lipat Gandakan Pasokan Rudal Jarak Jauh R-37M

Jet Su-35 luncurkan rudal udara ke udara jarak jauh R-37M.Telegram
Jet Su-35 luncurkan rudal udara ke udara jarak jauh R-37M.

AIRSPACE REVIEW – Angkatan Dirgantara Rusia (VKS) dilaporkan telah meminta pihak produsen industri pertahanannya untuk meningkatkan kapasitas produksi rudal udara ke udara jarak jauh R-37M hingga mencapai target 500 unit per tahun mulai tahun 2026.

Permintaan lonjakan produksi persenjataan utama pertahanan udara ini terungkap melalui kebocoran dokumen internal Pabrik Optik dan Mekanik Azov yang didapatkan oleh perusahaan intelijen swasta Dallas Analytics dari Ukraina.

Dokumen tersebut memuat rincian korespondensi internal, data kontrak pemerintah, hingga jadwal produksi komponen elektronik pabrik dari rentang April 2023 hingga Maret 2025.

Portal Ukraina, Militarnyi, melaporkan dokumen yang bocor tersebut membeberkan bahwa Pabrik Optik dan Mekanik Azov memproduksi berbagai komponen listrik krusial untuk rudal R-37M, seperti unit pensaklaran, unit catu daya dan aktivasi baterai, harnes kabel, papan sirkuit, hingga selongsong rudal.

Para peneliti dari Dallas Analytics menegaskan vitalnya peran komponen tersebut. Dikatakan bahwa dokumen ini merepresentasikan seluruh arsitektur listrik rudal. Mulai dari distribusi daya, perutean sinyal, hingga aktivasi baterai di dalam rudal.

Otoritas militer Rusia memberikan waktu 72 jam kepada manajemen pabrik untuk mengonfirmasi kesiapan mereka dalam memasok 500 set rakitan elektronik dan 1.000 badan rudal setiap tahunnya mulai 2026.

Varian Modern K-37

Rudal R-37M (K-37M atau Izdelie 610M) merupakan varian modernisasi dari K-37 buatan era Uni Soviet yang awalnya dirancang menggantikan R-33 sebagai persenjataan utama pesawat pencegat MiG-31BM.

Setelah hubungan industri pertahanan dengan Ukraina terputus pasca-pembubaran Uni Soviet, Rusia memperbarui sistem pemandu rudal ini menggunakan komponen lokal hingga resmi masuk dinas operasional pada 2014.

Rudal yang kini diintegrasikan pada jet tempur Su-35S, Su-30SM2, dan Su-57 ini dibekali hulu ledak high-explosive fragmentation sebesar 60 kg serta pemandu radar aktif 9B-1103M-350 yang mampu mengunci target seukuran jet tempur dari jarak melebihi 40 km, dengan jangkauan tembak maksimum dilaporkan mencapai 200 hingga 300 km.

Dalam dinamika konflik di Ukraina, rudal R-37M menjadi salah satu ancaman udara paling dominan yang rutin diluncurkan oleh jet tempur Su-35S dan Su-30SM Rusia saat melakukan patroli udara tempur.

Meskipun para pilot penerbang Ukraina sering kali berhasil melakukan manuver penghindaran dari kejauhan, R-37M terbukti beberapa kali berhasil menjatuhkan jet tempur maupun helikopter Ukraina pada jarak yang sangat jauh dari garis depan pertempuran. (PN)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *