Bawa Bahan Peledak dan Dekati Pangkalan B-52/B-1B AS di Inggris, Lima Pria Diciduk Polisi

Pengebom B-1B Lancer AS di RAF Fairford InggrisJack Taylor/Reuters
Pengebom B-1B Lancer AS di RAF Fairford Inggris.

AIRSPACE REVIEW – Kepolisian Inggris menangkap lima orang pria di dekat pangkalan militer Royal Air Force (RAF) Fairford di Gloucestershire, Inggris, pada Minggu dini hari, 27 September 2026.

Penangkapan tersebut dilakukan setelah petugas mencegat tiga kendaraan mencurigakan yang sedang bergerak menuju fasilitas militer yang digunakan oleh Angkatan Udara Amerika Serikat (USAF) tersebut.

Operasi pengamanan ini mengerahkan personel polisi bersenjata, tim kontra-terorisme, serta pakar penjinak bahan peledak dari Angkatan Darat Inggris (British Army) atas dugaan bahwa kendaraan-kendaraan tersebut membawa material berbahaya.

Persiapan Tindakan Terorisme

Insiden yang dilaporkan terjadi sekitar pukul 00.45 waktu setempat di dekat kawasan Whelford ini langsung memicu respons keamanan tingkat tinggi.

Kelima tersangka awalnya ditahan atas dugaan pelanggaran hukum terkait penyimpanan atau pengangkutan bahan peledak, sebelum akhirnya diinvestigasi lebih lanjut atas dugaan persiapan tindakan terorisme.

Sebagai langkah pencegahan, sekitar 85 rumah warga di sekitar lokasi dievakuasi dan garis pengamanan berjarak 400 meter didirikan di sekitar kendaraan.

Pihak Kepolisian Gloucestershire menyatakan, penanganan dilakukan dengan prosedur ketat dan situasi dipastikan telah terkendali, sementara tim ahli mengidentifikasi material di dalam kendaraan menggunakan robot penjinak bom.

Pangkalan Pengebom B-52 dan B-1B AS

RAF Fairford merupakan pangkalan udara berstatus sangat strategis yang menjadi salah satu pangkalan depan utama USAF di Eropa untuk mendukung operasi pesawat pembom jarak jauh seperti B-52 Stratofortress dan B-1B Lancer.

Peran pangkalan ini makin meningkat pada tahun 2026 setelah dijadikan sebagai titik tumpu pendukung bagi misi-misi militer Amerika Serikat yang melibatkan operasi terhadap Iran.

Bahkan, media Iran Tasnim News Agency yang terhubung dengan IRGC sempat memublikasikan pernyataan bahwa pangkalan yang digunakan untuk menyerang wilayah Iran dianggap sebagai target yang sah.

Hingga saat ini, otoritas keamanan Inggris belum merilis identitas maupun kewarganegaraan kelima pria yang ditangkap, serta belum mengonfirmasi adanya keterkaitan langsung dengan organisasi teroris atau pemerintah asing tertentu.

Tim penyidik kontra-terorisme masih terus mendalami motif serta memeriksa seluruh barang bukti yang disita untuk menentukan apakah terdapat rencana serangan terorganisir yang menargetkan pangkalan udara tersebut. (RW)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *