Pensiunkan Seluruh A330, Qatar Airways Tawari Pilot Tugas Sementara di RwandAir

Qatar Airbus A330Aldo Bidini/Wikimedia
Qatar Airbus A330-300.

AIRSPACE REVIEW – Maskapai penerbangan nasional Qatar Airways secara resmi telah memensiunkan seluruh armada pesawat penumpang Airbus A330 milik mereka.

Sebagai bagian dari langkah restrukturisasi operasional ini, maskapai yang berbasis di Doha tersebut menawarkan penugasan sementara bagi sejumlah pilot A330 untuk diperbantukan di maskapai nasional Rwanda, RwandAir.

Qatar Airways mengatakan, penawaran penugasan jangka pendek ke RwandAir tersebut bersifat sukarela bagi para pilot yang terdampak.

Tidak Beroperasi Beberapa Bulan

Keputusan pensiunnya armada A330 ini menyulut penghentian penuh setelah seluruh unitnya tidak beroperasi selama beberapa bulan.

Data riwayat penerbangan mencatat bahwa armada A330 Qatar Airways terakhir kali melayani penerbangan berjadwal komersial pada 28 Februari 2026, tepat sebelum gangguan navigasi udara akibat konflik Iran memaksa penghentian operasional armada tersebut.

Salah satu pesawat yang tercatat aktif hingga hari terakhir operasional adalah A330-200 dengan registrasi A7-ACW yang melayani rute penerbangan dari Karachi menuju Doha.

Setelah itu, sejumlah armada A330 sempat dipindahkan ke fasilitas penyimpanan di Teruel, Spanyol, di mana beberapa di antaranya sempat dikembalikan ke Qatar namun tetap tidak dioperasikan kembali untuk layanan komersial.

Kemitraan Sejak 2021

Langkah pengalihan pilot ke RwandAir ini juga memperkuat kemitraan strategis yang telah terjalin antara kedua maskapai sejak Oktober 2021 melalui perjanjian codeshare yang mencakup lebih dari 65 destinasi di Afrika dan kawasan lainnya.

Melalui kerja sama ini, jaringan internasional Qatar Airways terhubung langsung dengan pusat penerbangan RwandAir di Kigali melalui Doha.

Sebelum pemensiunan dilakukan, Qatar Airways mengoperasikan sekitar 17 unit A330 pada Maret lalu, di mana satu unit di antaranya telah ditransfer ke RwandAir.

Selain itu, dua unit sewaan dijadwalkan kembali ke perusahaan penyewaan (lessor) Jetran pada Oktober 2026. Sementara nasib akhir untuk sisa armada lainnya hingga kini belum ditentukan. (RNS)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *