AS Resmi Undang Putin ke KTT G20 di Miami: Peluang Gencatan Senjata Terbuka

Pertemuan Putin dan Trump di Alaska tahun 2025DVIDS
Pertemuan Putin dan Trump di Alaska tahun 2025.

AIRSPACE REVIEW – Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio, mengatakan Presiden Donald Trump telah mengundang Presiden Rusia Vladimir Putin untuk menghadiri KTT para pemimpin G20 di Miami pada Desember mendatang.

Jika terlaksana, ini akan menjadi kehadiran langsung pertama Putin dalam pertemuan tahunan tersebut sejak tahun 2019.

Rubio menambahkan, Trump akan berbicara dengan Putin di Miami jika ia menerima undangan tersebut. Pertemuan terakhir Trump dengan pemimpin Rusia itu terjadi pada Agustus 2025 dalam sebuah KTT di Alaska.

Sejak saat itu, hubungan mereka menjadi dingin, karena Putin ternyata kurang bersedia mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang di Ukraina dibandingkan dengan harapan Trump.

“Kami berpendapat ini adalah kesempatan baginya untuk berinteraksi tidak hanya dengan presiden, tetapi juga dengan para pemimpin dunia lainnya,” ujar Rubio kepada wartawan di sela-sela pertemuan Sidang Majelis Umum PBB di New York, seperti dilaporkan The New York Times, Kamis (24/9).

Hingga kini belum ada jawaban resmi dari Kremlin terkait undangan AS kepada Presiden Putin.

Rubio menyampaikan harapannya agar Putin menerima undangan tersebut. Menurutnya, KTT G20 di Miami akan menjadi kesempatan penting bagi pemimpin Kremlin untuk berdialog langsung dengan Presiden AS Donald Trump serta para pemimpin dunia lainnya.

Peluang Gencatan Senjata

Dalam keterangannya, Rubio menyatakan bahwa Amerika Serikat siap memainkan peran konstruktif untuk mendorong terwujudnya gencatan senjata dalam konflik yang melibatkan Rusia.

Meskipun langkah diplomasi ini tidak langsung menyelesaikan seluruh perselisihan perang, dialog antar pemuncak kepemimpinan global dinilai dapat meredakan sebagian tekanan global yang tengah dirasakan saat ini.

Menanggapi pertanyaan mengenai minat Moskow terhadap potensi gencatan senjata di sektor energi dan pangan, Rubio mengonfirmasi adanya sinyal positif.

Kedua belah pihak dinilai telah menunjukkan ketertarikan untuk menjajaki skema gencatan senjata terbatas yang mencakup komoditas gandum serta sektor energi.

Tanggapan NATO Terhadap Ancaman Hibrida

Di saat dinamika diplomasi dengan Moskow mulai terbuka, isu pertahanan dan keamanan global tetap menjadi perhatian utama di tingkat internasional.

Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte menegaskan bahwa aliansi tetap mempertahankan ambiguitas operasional terkait Pasal 5 tentang pertahanan kolektif.

Langkah ini diambil secara sengaja agar pihak lawan tidak dapat memanfaatkan batasan atau red lines yang terlalu kaku, khususnya dalam menghadapi bentuk pertempuran hibrida seperti serangan siber, sabotase fisik, hingga pemutusan kabel bawah laut.

Rutte menegaskan NATO memiliki spektrum respons yang luas, termasuk tindakan asimetris, untuk membalas ancaman kompleks, sebagaimana yang telah diterapkan dalam operasi Baltic Sentry serta pengawasan terhadap armada bayangan Rusia. (RNS)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *