Jet Tempur Siluman F-35A Korea Selatan dan Rafale Prancis Gelar Latihan Tempur Gabungan

Rafale Prancis dan F-35A Korea Selatan latihan bersamaROKAF
Rafale Prancis dan F-35A Korea Selatan latihan bersama.

AIRSPACE REVIEW – Angkatan Udara Korea Selatan (ROKAF) bersama Angkatan Udara dan Antariksa Prancis (AAE) sukses menggelar latihan tempur udara gabungan selama tiga hari di Pangkalan Udara Cheongju pada 15–17 September lalu.

Latihan yang menjadi bagian dari misi pengerahan jangka panjang Prancis, PÉGASE 26, ini mempertemukan jet tempur siluman F-35A milik Korea Selatan dengan jet tempur multiperan Rafale F4 asal Prancis untuk menguji taktik tempur gabungan serta prosedur pengisian bahan bakar di udara (aerial refueling).

Momen ini menjadi latihan kedua bagi armada Prancis di Korea Selatan setelah pengerahan PÉGASE pertama pada 2023.

Kehadiran jet tempur generasi kelima F-35A dari Skuadron Tempur ke-17 ROKAF memberikan nilai strategis tinggi, membuktikan bagaimana jet tempur berteknologi siluman dan pesawat tempur canggih Eropa dapat beroperasi secara padu dalam satu kerangka taktis bersama.

Dalam latihan ini, Korea Selatan menurunkan paket armada yang sangat bervariasi, meliputi F-35A, F-15K, KF-16, dan FA-50, didampingi pesawat tanker-angkut multiperan KC-330 Cygnus.

Sementara itu, pihak Prancis menerjunkan dua unit Rafale F4 dan satu unit pesawat tanker A330 MRTT Phénix.

Pengisian Bahan Bakar di Udara

Puncak dari interoperabilitas kedua militer ditunjukkan melalui aksi pengisian bahan bakar silang (reciprocal aerial refueling).

Pesawat A330 MRTT Phénix Prancis berhasil menyuplai bahan bakar ke F-35A Korea Selatan pada ketinggian sekitar 7.000 meter dengan kecepatan 500 km/jam menggunakan sistem boom.

Di saat bersamaan, pesawat KC-330 ROKAF menyalurkan bahan bakar ke dua Rafale F4 Prancis menggunakan sistem probe-and-drogue.

Kemampuan saling mengisi bahan bakar ini memperluas jangkauan operasional dan daya jelajah armada kedua negara di kawasan Indo-Pasifik tanpa bergantung penuh pada rantai logistik nasional masing-masing.

Misi PÉGASE 26 melibatkan sekitar 300 personel, empat Rafale, tiga A330 MRTT, serta dua A400M Atlas yang menempuh jarak lebih dari 40.000 km dari kawasan Arktik, Indo-Pasifik, hingga Timur Tengah.

Misi ini mempertegas kemampuan Prancis dalam memproyeksikan kekuatan udara secara cepat ke kawasan strategis.

Sebagai bentuk penghormatan sejarah di tengah peringatan 140 tahun hubungan diplomatik kedua negara, tiga F-35A ROKAF dan dua Rafale Prancis menggelar penerbangan formasi bersama di atas Pemakaman Peringatan Perserikatan Bangsa-Bangsa di Busan pada 16 September.

Penerbangan tersebut menghubungkan kerja sama militer modern kedua negara dengan kontribusi historis Prancis pada masa Perang Korea. (RNS)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *