Sejarah Baru Pertahanan Udara, ROKAF Resmi Terima Unit Produksi Pertama KF-21 Boramae

Jet KF-21 Boramae seri produksi pertama dikirimkan ke ROKAFVia X
Jet KF-21 Boramae seri produksi pertama dikirimkan ke ROKAF.

AIRSPACE REVIEW – Angkatan Udara Korea Selatan (ROKAF) secara resmi telah menerima pengiriman unit produksi massal pertama jet tempur KF-21 Boramae pada Selasa (22/9).

Momen penyerahan pesawat bernomor seri 001 ini menandai transisi penting dari fase pengembangan menuju penyebaran operasional.

Hal ini juga sekaligus mengakhiri penantian panjang selama 25 tahun 6 bulan sejak Presiden Kim Dae-jung pertama kali mengumumkan rencana pengembangan jet tempur mandiri pada Maret 2001, serta 10 tahun 9 bulan sejak pengembangan sistem berskala penuh dimulai pada Desember 2015.

Disambut Keluarga T-50

Prosesi penyerahan berlangsung di fasilitas manufaktur Korea Aerospace Industries (KAI) di Sacheon, Provinsi Gyeongsang Selatan.

Dokumen serah terima ditandatangani langsung oleh Mayor Han Jae-seok dari Skuadron Jet Tempur ke-156 di bawah Wing Tempur ke-16. Ia adalah salah satu penerbang pertama yang ditunjuk mengoperasikan KF-21.

Usai penandatanganan, Mayor Han menerbangkan langsung pesawat tersebut menuju pangkalan operasional pertamanya di Yecheon, Provinsi Gyeongsang Utara.

Kedatangan KF-21 di Pangkalan Yecheon disambut secara istimewa lewat penerbangan formasi berdampingan bersama jet tempur ringan FA-50, pesawat latih tempur TA-50, serta pesawat latih lanjut T-50.

13.000 Kondisi Pengujian

Kehadiran jet tempur generasi 4,5 berjuluk Boramae (Elang Muda) ini dirancang untuk menggantikan armada jet tempur veteran ROKAF, seperti F-5 yang telah uzur serta F-4 Phantom yang kini telah pensiun.

Secara teknis, KF-21 memiliki panjang 16,9 meter, lebar 11,2 meter, dengan bobot lepas landas maksimum 25,6 ton dan kapasitas beban muatan hingga 7,7 ton.

Ditenagai mesin ganda, pesawat ini mampu terbang hingga kecepatan maksimum Mach 1,8 atau sekitar 2.200 km/jam.

Program yang dikembangkan melalui kemitraan bersama Indonesia ini sebelumnya telah melewati uji coba intensif mencakup sekitar 1.600 penerbangan uji dengan 13.000 kondisi pengujian, termasuk uji isi ulang bahan bakar di udara serta penembakan amunisi udara ke udara, hingga meraih sertifikasi kelayakan tempur pada Mei lalu.

Untuk menyambut pengoperasian alutsista baru ini, ROKAF telah mengaktifkan kembali Skuadron Jet Tempur ke-156 pada 1 Juni lalu sebagai unit pertama pengoperasi KF-21, setelah sebelumnya sempat dinonaktifkan pada 2012 usai mengakhiri pengoperasian F-4E Phantom.

ROKAF juga telah menyelesaikan pelatihan kelompok awal pilot dan personel teknisi pemeliharaan.

Dilaporkan Korea Times, Kepala Staf Angkatan Udara ROKAF, Jenderal Son Sug-rag, menyambut hangat serah terima ini dan menegaskan bahwa tanggung jawab kini telah berpindah dari pihak pengembang ke tangan Angkatan Udara.

“Setelah mengatasi berbagai tantangan dan kesulitan, KF-21 hari ini resmi diserahkan kepada Angkatan Udara dan memulai operasi penerbangannya. Hingga kemarin adalah masanya para pembuat kebijakan dan pengembang proyek Boramae. Mulai hari ini dan seterusnya, ini adalah waktunya Angkatan Udara,” ujarnya.

120 Unit hingga Awal 2030-an

ROKAF menargetkan penetapan status operasional penuh (declared operational) bagi KF-21 pada paruh kedua tahun 2027, dengan rencana pengerahan bertahap hingga l120 unit pada awal dekade 2030-an.

Berdasarkan peta jalan manufaktur KAI, sebanyak 40 unit KF-21 gelombang awal yang difokuskan pada kemampuan pertempuran udara-ke-udara akan diserahkan hingga tahun 2028.

Selanjutnya, KAI akan memproduksi 80 unit tambahan hingga tahun 2032 yang sudah dilengkapi kemampuan jelajah serangan udara ke darat jarak jauh.

Seiring peningkatan anggaran pertahanan Korea Selatan pada tahun depan, alokasi investasi untuk produksi awal maupun lanjutan dipastikan akan terus diperluas guna mempercepat modernisasi armada tempur udara Seoul. (RNS)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *