AIRSPACE REVIEW – Pasukan Sistem Tanpa Awak Ukraina mencatatkan sejarah baru dalam peperangan modern. Untuk pertama kalinya, sebuah drone penyerang jenis Shahed berhasil dijatuhkan oleh drone pencegat yang diluncurkan dari kapal tanpa awak atau Unmanned Surface Vessel (USV).
Berdasarkan laporan resmi pada tanggal 19 April 2026, operasi tersebut dilaksanakan oleh Divisi USV dari Brigade Nemesis ke-412.
Keberhasilan ini menandai kemajuan signifikan dalam integrasi kemampuan tempur laut dan udara Ukraina untuk menghadapi ancaman udara Rusia.
Drone pencegat tersebut dikerahkan langsung dari USV yang beroperasi di zona maritim. Drone ini kemudian mengejar dan menghancurkan Shahed sebelum mencapai targetnya di daratan.
“Ini adalah contoh pertama dalam sejarah peperangan modern di mana ancaman udara berhasil dicegat oleh drone yang diluncurkan dari platform tanpa awak berbasis laut,” tulis pernyataan resmi Pasukan Sistem Unmanned Ukraina.
Sebelumnya, Ukraina memang dilaporkan tengah melakukan uji coba pada Magura USV yang telah dimodifikasi.
Modifikasi ini memungkinkan platform tersebut membawa dan meluncurkan drone pencegat, yang secara efektif mengubah USV tersebut menjadi semacam “kapal induk terapung” kecil yang ditempatkan di garis depan.
Rekaman uji coba yang beredar menunjukkan bagaimana drone pencegat meluncur dari dek kapal tanpa awak di atas Laut Hitam untuk menghancurkan target udara.
Langkah ini dipandang sebagai solusi inovatif bagi Ukraina untuk melindungi kota-kota pesisir dan infrastruktur penting dari serangan drone kamikaze Rusia.
Dengan menempatkan sistem pertahanan udara di laut, Ukraina memperluas jangkauan deteksi dan intersepsi guna menghancurkan drone musuh jauh sebelum mereka memasuki wilayah udara daratan.
Berbeda dengan sistem pertahanan darat yang statis, platform laut ini dapat berpindah tempat dengan cepat, sehingga sulit dideteksi oleh intelijen lawan.
Sepanjang bulan April ini dilaporkan, unit-unit drone Ukraina dilaporkan telah menghancurkan ribuan target udara, termasuk ratusan drone jenis Shahed (Geran) Rusia.
Integrasi drone laut sebagai peluncur pencegat menambah lapisan pertahanan baru yang semakin menyulitkan armada udara Rusia di kawasan Laut Hitam. (ON)

