Korean Air Resmikan Pembelian 103 Pesawat Boeing senilai Rp690 Triliun
Adam MoreiraAIRSPACE REVIEW – Korean Air resmi merampungkan paket kesepakatan raksasa bernilai 44,8 miliar USD (sekitar Rp690 triliun) yang mencakup pembelian 103 jet Boeing, mesin cadangan, serta kontrak perawatan jangka panjang.
Langkah strategis ini diambil maskapai asal Korea Selatan tersebut untuk mengamankan kapasitas armada hingga dekade 2030-an, sekaligus mempersiapkan proses integrasi besar-besaran dengan Asiana Airlines dan menyederhanakan jenis pesawat yang dioperasikannya.
Dari total nilai paket tersebut, menurut laporan Aerospace Global News, sebesar 36,2 miliar USD dialokasikan khusus untuk pengadaan unit pesawat, sementara 8,6 miliar USD sisanya mencakup pembelian mesin cadangan serta kontrak pemeliharaan jangka panjang.
Rincian 103 pesawat baru ini terdiri dari 50 unit Boeing 737-10 untuk rute jarak pendek dan menengah, 20 unit Boeing 777-9, 25 unit Boeing 787-10 Dreamliner untuk rute jarak jauh, serta delapan unit pesawat kargo Boeing 777-8 Freighter.
Selain itu, Korean Air memboyong 21 mesin cadangan dari GE Aerospace dan CFM International, lengkap dengan kontrak perawatan mesin GE selama 15 tahun untuk 28 pesawat.
Kesepakatan ini memfinalisasi komitmen awal yang sebelumnya diumumkan di Washington pada Agustus 2025.
Pengiriman Dimulai Tahun 2030
Meski pengiriman unit diproyeksikan baru dimulai pada awal 2030-an, penjadwalan tersebut memang dirancang secara sengaja.
Juru bicara Korean Air menjelaskan bahwa investasi dini ini sangat krusial untuk mengamankan slot pengiriman di tengah gangguan rantai pasok dan penundaan produksi global, sekaligus mendukung pertumbuhan jaringan penerbangan secara terukur setelah merger resmi dengan Asiana.
Pengadaan pesawat baru ini membawa peran penting dalam rencana restrukturisasi besar-besaran armada Korean Air.
Saat ini, maskapai tersebut mengoperasikan armada yang sangat beragam mencapai 166 pesawat, mulai dari Boeing 777, 787, hingga armada Airbus seperti A380, A350, A330, dan A321neo.
Info Lainnya: Momen haru, pesawat B747-400 terakhir milik Asiana (HL7428) dipensiunkan: Selamat tinggal sang Ratu Surga…
Setelah merger dengan Asiana terlaksana sepenuhnya, Korean Air menargetkan penyederhanaan armada menjadi lima keluarga pesawat utama berefisiensi tinggi, yaitu Boeing 777, 787, 737, serta Airbus A350 dan A321neo.
Proses integrasi Asiana dijadwalkan selesai pada 16 Desember, di mana seluruh penerbangan Asiana mulai 17 Desember akan beroperasi di bawah nomor penerbangan Korean Air.
Chairman dan CEO Korean Air, Walter Cho, menegaskan dalam acara penandatanganan di Seoul bahwa kesepakatan historis ini bukan sekadar transaksi bisnis, melainkan jaminan keandalan operasional dan bukti kemitraan erat yang memperkuat efisiensi maskapai di masa depan. (RNS)
