Jangkau Jarak 150 Km, MBDA dan Safran Kembangkan Sistem Rudal Presisi THUNDART

MBDA dan Safran kembangkan Thundart MLRSMBDA
MBDA dan Safran kembangkan Thundart MLRS.

AIRSPACE REVIEW – Raksasa pertahanan Eropa MBDA dan Safran Electronics & Defense resmi membentuk perusahaan patungan (joint venture) di Prancis untuk menggarap sistem rudal presisi jarak jauh THUNDART.

Keputusan strategis ini diumumkan menyusul persetujuan resmi dari Direktorat Jenderal Persenjataan Prancis (DGA) terkait kelanjutan program sistem peluncur roket multilaras (multiple launch rocket system/MLRS) tersebut.

Sistem THUNDART dikembangkan secara khusus untuk menghantam sasaran darat menggunakan rudal berpetunjuk presisi hingga jarak jangkau 150 kilometer.

Peluncur sistem ini membawa dua pod peluncur dengan kapasitas total delapan roket siap tembak dalam konfigurasi empat roket per pod.

Untuk mobilitas di medan tempur, THUNDART menggunakan sasis truk militer Scania 8X8 berkapasitas off-road tinggi yang dilengkapi kabin berlapis baja.

Menggantikan LRU MLRS

Pengembangan sistem persenjataan ini sekaligus menegakkan kedaulatan pertahanan Prancis dengan menghindari batasan regulasi ekspor militer asing seperti ITAR dari Amerika Serikat.

Dengan kemandirian pada teknologi dan komponen domestik, Prancis bebas mengoperasikan maupun mengekspor sistem ini tanpa batasan pihak ketiga.

Entitas baru yang berbasis di wilayah Paris ini beroperasi dengan kepemilikan saham seimbang 50 persen untuk masing-masing perusahaan.

Usaha patungan tersebut memegang kendali atas seluruh siklus pengembangan lanjutan, produksi massal, hingga dukungan purna jual untuk militer Prancis serta potensi ekspor varian modifikasi ke negara sekutu.

Info Lainnya: Saingi HIMARS, Prancis sukses uji munisi balistik FLP-T 150 dan siapkan peluncur X-Fire

Pengembangan THUNDART ditujukan untuk menggantikan armada MLRS Lance-Roquettes Unitaire (LRU) milik Angkatan Darat Prancis yang mulai menua.

Keandalan sistem persenjataan ini telah dibuktikan lewat uji coba penembakan demonstrasi yang sukses digelar pada April 2026.

MBDA dan Safran menegaskan bahwa seluruh proses manufaktur akan terpusat di Prancis guna menjamin Angkatan Bersenjata Prancis mencapai kemandirian operasional penuh pada 2030. (RNS)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *