Saingi HIMARS, Prancis sukses uji munisi balistik FLP-T 150 dan siapkan peluncur X-Fire

Roket FLP-T 150 buatan PrancisThales

AIRSPACE REVIEW – Prancis dilaporkan tengah mempercepat pengembangan sistem roket peluncur ganda (MLRS) dalam negeri untuk menyaingi dominasi HIMARS buatan Amerika Serikat.

Langkah ini ditandai dengan keberhasilan uji coba amunisi roket terbaru, FLP-T (Frappe Longue Portée Terrestre) 150, serta persiapan pengujian unit peluncur X-Fire dalam waktu dekat.

Pada 5 Mei 2026, Prancis melalui Badan Pengadaan Pertahanan (DGA) sukses melaksanakan uji coba penembakan FLP-T 150 di situs uji Île-du-Levant, Laut Mediterania.

Rudal ini dikembangkan oleh kolaborasi antara Thales dan ArianeGroup sebagai pengganti sistem M270 LRU yang sudah tua.

FLP-T 150 dirancang memiliki jangkauan hingga 150 km. Mengadopsi teknologi dari rudal balistik, sistem ini diklaim memiliki akurasi sangat tinggi.

Salah satu keunggulannya adalah kemampuan tetap berfungsi optimal meskipun berada di bawah gangguan aktif perangkat perang elektronik (jamming), berkat penggunaan penerima TopStar Smart yang terhubung ke konstelasi satelit militer dan sipil.

Selain amunisi, Prancis juga menyiapkan sistem peluncur bernama X-Fire yang dikembangkan oleh Thales dan Soframe.

Pengujian penembakan menggunakan peluncur ini dijadwalkan berlangsung pada akhir Mei.

Menariknya, X-Fire dirancang fleksibel agar kompatibel dengan amunisi buatan Prancis maupun amunisi dari negara lain.

FLP-T 150 bukan satu-satunya kandidat. Prancis juga tengah menguji proyek Thundart hasil kerja sama MBDA dan Safran, yang telah melakukan penerbangan perdana pada 14 April lalu.

Kedua sistem ini memiliki jangkauan yang sama (150 km), dan pemerintah Prancis akan menentukan pemenang berdasarkan hasil perbandingan uji coba lebih lanjut.

Langkah ini dipandang sebagai upaya Prancis untuk menciptakan sistem MLRS kedaulatan Eropa, mengingat sebagian besar sistem serupa saat ini berasal dari luar benua tersebut.

Meski demikian, tantangan muncul dari sisi skala produksi. Prancis berencana mengakuisisi antara 13 hingga 26 unit peluncur dan sekitar 300 rudal pada tahun 2030.

Para analis menilai volume produksi ini relatif kecil, kecuali jika Prancis berhasil mendapatkan kontrak ekspor untuk menurunkan biaya produksi dan meningkatkan ketersediaan sistem tersebut di pasar global. (RF)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *