Ekspansi agresif Embraer: C-390 Millennium segera dominasi langit Chili dan Kolombia
Embraer AIRSPACE REVIEW – Raksasa dirgantara Brasil, Embraer, semakin memperkokoh taringnya di pasar global. Perusahaan secara resmi menyatakan sedang berada dalam fase negosiasi tingkat tinggi dengan Pemerintah Chili dan Kolombia untuk pengadaan jet angkut militer taktis C-390 Millennium.
Langkah ini menandai ambisi besar Embraer untuk mendominasi peta kekuatan logistik udara di Amerika Latin.
CEO Embraer, Francisco Gomes Neto, mengungkapkan bahwa ketertarikan kedua negara tersebut bukan sekadar wacana, melainkan respons terhadap kebutuhan mendesak akan modernisasi armada yang sudah usang.
Kehadiran C-390 Millennium secara sistematis mulai menggeser posisi Lockheed Martin C-130 Hercules, yang selama puluhan tahun menjadi tulang punggung di kawasan tersebut.
Dibandingkan sang kompetitor, C-390 menawarkan teknologi jet yang lebih cepat, biaya operasional lebih efisien, dan kapasitas angkut mencapai 26 ton.
Melalui pameran FIDAE 2026, Embraer telah mencuri perhatian Presiden Chili, José Antonio Kast.
Dengan kondisi geografis Chili yang ekstrem —mulai dari pegunungan Andes hingga wilayah Antarktika— kemampuan C-390 untuk beroperasi di landasan pacu yang sulit menjadi kartu as dalam negosiasi ini.
Sementara di Kolombia, pascakecelakaan tragis armada C-130 pada Maret lalu yang menelan banyak korban jiwa, tekanan politik di Bogota meningkat tajam.
Pemerintah Kolombia kini melirik C-390 sebagai salah satu alternatif untuk pesawat angkut milit4er masa depannya.
Langkah agresif di Amerika Latin ini hanyalah bagian kecil dari “tsunami” pesanan yang diterima Embraer.
Baru-baru ini, Embraer sukses mengamankan kesepakatan besar dengan Uni Emirat Arab untuk 20 unit pesawat.
Hingga saat ini, daftar negara yang telah meminang atau mengoperasikan C-390 terus bertambah panjang.
Di Eropa, tercatat negara seperti Portugal, Hongaria, Belanda, Austria, Republik Ceko, dan Swedia telah membeli atau berkomitmen untuk mengakuisisi C-390. Berikutnya Yunani telah menunjukkan minat seriusnya. Sementara di Asia, Korea Selatan telah menjadi pelanggan pesawat ini.
Embraer memproyeksikan permintaan global mencapai 480 unit dalam dua dekade ke depan. Guna memenuhi target tersebut, pabrikan ini berencana menggenjot kapasitas produksinya hingga 10 unit per tahun pada akhir dekade ini.
Dengan kecepatan negosiasi saat ini, C-390 Millennium diprediksi akan segera menjadi standar baru kekuatan udara taktis, tidak hanya di Amerika Latin, tetapi juga di panggung dunia. (RF)

