Selamatkan F-22 dengan Belly Landing di Timur Tengah, Pilot USAF Raih Penghargaan Tertinggi

Pilot F-22 mendapat penghargaan setelah selamatkan pesawat iniUSAF
Pilot F-22 mendapat penghargaan setelah selamatkan pesawat ini.

AIRSPACE REVIEW – Pilot pesawat tempur F-22 Raptor Angkatan Udara AS (USAF), Kapten Michael Cloninger, dianugerahi Trofi Koren Kolligian Jr. di Pentagon atas aksinya menyelamatkan jet tempur siluman senilai 156 juta USD (sekitar Rp2,4 triliun) tersebut.

Penghargaan keselamatan penerbangan paling bergengsi dari USAF tersebut diberikan setelah Cloninger berhasil melakukan pendaratan darurat perut (belly landing) yang sangat langka akibat hilangnya salah satu roda pendaratan utama.

Insiden tersebut terjadi pada 18 September 2024 saat Cloninger memimpin formasi empat pesawat F-22 Raptor dalam misi penerbangan operasional di wilayah Timur Tengah.

Tak lama setelah lepas landas, seluruh rangkaian roda utama kanan F-22 terlepas sepenuhnya dari badan pesawat tanpa adanya indikasi atau peringatan kerusakan di kokpit.

Menyadari kondisi darurat tersebut, Cloninger membatalkan misi dan melakukan inspeksi visual di udara bersama pemimpin formasi untuk mengonfirmasi tingkat kerusakan fisik pesawat.

Hasil pemeriksaan udara mengonfirmasi skenario terburuk di mana roda utama kanan telah hilang total, menyebabkan konfigurasi pesawat menjadi asimetris dan berbahaya untuk mendarat normal.

Karena manual penerbangan F-22 tidak memiliki prosedur standar untuk kegagalan ekstrem tersebut, Cloninger beradaptasi menggunakan daftar periksa pendaratan dengan roda ditarik (belly landing).

Terbang Satu Jam untuk Kurangi Bobot Pesawat

Pilot bertahan di udara selama hampir satu jam untuk membakar sisa bahan bakar guna mengurangi bobot pesawat dan meminimalkan risiko ledakan saat kontak dengan tanah.

Cloninger secara presisi mengarahkan jet tempur stealth tersebut melakukan pendaratan perut di sepanjang garis tengah landasan pacu hingga berhenti sempurna tanpa memicu kebakaran.

Begitu pesawat berhenti, pilot langsung mematikan seluruh sistem mesin dan melakukan prosedur evakuasi darurat dengan aman.

Keberhasilan aksi pendaratan perut ini tidak hanya menyelamatkan nyawa pilot, tetapi juga menyelamatkan fisik jet tempur F-22 Raptor yang sudah tidak diproduksi lagi oleh Lockheed Martin sejak 2011.

Kepala Staf USAF Jenderal Ken Wilsbach mengapresiasi keputusan cepat dan ketenangan Cloninger dalam mengendalikan situasi kritis yang belum pernah diprediksi dalam manual penerbangan konvensional. (RW)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *