Misteri Pesawat Hitam Tanpa Kokpit di Bandara Long Beach Terkuak

RAVN X saat peluncurannya pada Desember 2020Aevum
RAVN X saat peluncurannya pada Desember 2020.

AIRSPACE REVIEW – Penampakan sebuah pesawat misterius berdesain futuristik dan berwarna hitam pekat mendadak menghebohkan para pecinta aviasi di Bandara Long Beach, California Selatan.

Pesawat berukuran raksasa tanpa kokpit tersebut mendadak muncul dari sebuah hanggar tua pada Kamis malam dan memicu berbagai spekulasi.

Belakangan terkuak bahwa wahana nirawak tersebut adalah RAVN X, sebuah drone raksasa peluncur satelit otonom yang dikembangkan oleh perusahaan kedirgantaraan Aevum Aerospace asal Alabama.

Kehadiran pesawat tak berawak itu pertama kali disaksikan oleh Ricky Schol, seorang fotografer penerbangan lokal yang sedang melintas di area bandara.

Ia mengaku terkejut saat melihat cahaya terang keluar dari hanggar yang sudah bertahun-tahun tertutup rapat.

Awalnya ia mengira objek tersebut adalah jet tempur siluman F-117 Nighthawk. Namun setelah mendekat hingga jarak sekitar 30 m, ia mendapati sebuah pesawat tak berawak berukuran masif dengan siluet menyerupai A-5 Vigilante.

Selama pengamatan, pesawat tampak bergeming di landasan pacu dan bergerak perlahan tanpa menghasilkan suara mesin jet maupun semburan gas buang.

Fase Pengujian

Secara teknis, drone RAVN X dirancang sebagai wahana induk tingkat pertama yang bertugas membawa roket ke angkasa sebelum melepaskan satelit berbobot hingga 450 kg ke orbit bumi.

Pesawat dengan panjang sekitar 24 m dan rentang sayap 18 m ini memiliki bobot total mencapai 25 ton.

Meski maket resminya sempat diperkenalkan ke publik pada akhir tahun 2020 dengan target uji terbang di tahun 2021, proyek ini sempat dikira mangkrak oleh para pengamat penerbangan karena tidak adanya kabar perkembangan hingga pertengahan tahun 2024, seperti dilaporkan TWZ.

Kemunculan kembali RAVN X di Bandara Long Beach kini menjadi sinyal kuat mulainya fase pengujian baru bagi Aevum Aerospace.

CEO Aevum, Jay Skylus, mengonfirmasi bahwa pihaknya baru saja menyelesaikan uji gerak darat atau taxi secara otonom penuh selama kurang lebih 37 menit.

Pengujian ini difokuskan untuk mengumpulkan data pembanding serta memvalidasi sistem kecerdasan buatan, kontrol navigasi, hingga sistem pengereman berbasis listrik pada wahana tersebut.

Aevum juga dijadwalkan bakal menggelar acara pengungkapan teknologi otonom mereka secara lebih detail pada pertengahan November mendatang. (RW)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *