Rekor Mengerikan: Rusia Hujani Ukraina Nyaris 9.000 Bom Luncur Selama Agustus
OSINTAIRSPACE REVIEW – Pesawat serang/pengebom Rusia telah menjatuhkan 8.766 bom luncur di posisi garis depan Ukraina pada Agustus 2026. Fakta ini tercatat menjadi jumlah bulanan tertinggi sejak invasi dimulai.
Informasi tersebut diungkapkan oleh Staf Umum Ukraina, mengacu pada data yang dikumpulkan oleh kelompok pemantau OSINT Oko Gora . Jumlah totalnya mendekati 9.000 bom, atau mencapai rata-rata 283 bom per hari selama bulan Agustus.
Oko Gora memperkirakan peningkatan dibandingkan bulan Juli sekitar 5 persen. Angka tersebut melanjutkan kenaikan yang hampir tanpa henti sejak awal tahun 2025, ketika total bulanan berada di angka sekitar 3.500.
Sementara itu, angka-angka yang dikumpulkan dari pemantauan serangan sumber terbuka lainnya yang dilaporkan oleh bne IntelliNews menunjukkan Angkatan Udara Rusia meluncurkan 8.385 bom luncur ke Ukraina pada bulan Juli, naik 1,4% dari 8.266 pada bulan Juni, rata-rata 270 per hari.
Bom Gravitasi Era Soviet
Bom luncur di balik serangan tersebut bukanlah senjata baru sama sekali, tetapi bom gravitasi FAB era Soviet, pertama kali diproduksi pada tahun 1950-an.
Dalam perang di Ukraina, industri pertahanan Rusia melengkapi bom konvensional tersebut dengan kit UMPK, yaitu satu set sayap yang dapat dikeluarkan dan dilengkapi unit pemandu satelit.
Perangkat keras tambahan tersebut mengubah bom biasa menjadi senjata jarak jauh presisi yang dapat dilepaskan oleh jet serang/pembom dari jarak puluhan kilometer, bukan terbang di atas target.
Versi yang dilengkapi dengan mesin jet kecil memperluas jangkauan bom luncur tersebut lebih jauh, memungkinkan jet serang/pengebom seperti Su-34 untuk tetap berada lebih jauh dari senjata pertahanan udara Ukraina.
Ukuran bom yang biasa digunakan berkisar dari FAB-500 (500 kg) hingga FAB-1500 (1.500 kg) dan FAB-3000 (3.000 kg) yang lebih besar.
Dengan kit UMPK dan sistem pemandu satelit, memberi pasukan Rusia cara untuk mengirimkan muatan bahan peledak besar pada jarak jauh, yang jauh lebih murah dibandingkan rudal jelajah.
Keluarga bom luncur FAB UMPK ini terus digunakan Rusia menghantam target penting Ukraina jauh dari garis depan dan sulit dihentikan. (RBS)
