Drone Serbaguna WSP-110 Buatan Polandia Jalani Uji Tempur di Ukraina

AIRSPACE REVIEW – Perusahaan asal Polandia, TBI Technology, memperkenalkan drone serbaguna (multipurpose UAV) WSP-110 pada ajang pameran pertahanan MSPO 2026 di Polandia.
Sistem udara tak berawak ini dilaporkan telah menjalani pengujian langsung dalam kondisi pertempuran nyata di Ukraina.
Perwakilan TBI Technology mengungkapkan bahwa platform WSP-110 berhasil menarik minat militer Ukraina serta Layanan Pemadam Kebakaran Negara Polandia, seperti diberitakan Militarnyi.
Berdasarkan umpan balik dari operator di Ukraina, drone ini dinilai mampu menjalankan fungsinya dengan sangat baik di medan tugas.
Arsitektur Modular
WSP-110 dirancang dengan arsitektur modular yang memungkinkannya mengemban berbagai misi, mulai dari pengintaian, patroli, stasiun pengulang sinyal (relay station), hingga misi serangan presisi.
Drone ini dapat dilengkapi dengan sistem pencitraan optik dan termal, deteksi sasaran, perangkat pemetaan wilayah 2D/3D, serta integrasi sistem perang elektronik (electronic warfare) maupun senjata presisi tinggi.
Badan pesawat (airframe) WSP-110 terbuat dari bahan komposit yang dirancang untuk mengurangi jejak radar serta jejak termal.
Dalam konfigurasi standar, WSP-110 mengusung mesin bensin dua tak buatan internal yang dikembangkan khusus berdasarkan masukan para operator Ukraina.
Konfigurasi ini memiliki bobot kosong sekitar 45 kg dan bobot lepas landas maksimum (MTOW) mencapai 110 kg.
Mesin bensin tersebut mampu memacu drone hingga kecepatan maksimum 210 km/jam dengan kecepatan jelajah 90 km/jam, serta ketinggian jelajah mencapai 4.000 meter.
Daya tahan terbang WSP-110 pada mode patroli berkisar antara 8 hingga 12 jam, tergantung kondisi cuaca dan jenis misi yang dijalankan.
Varian Turbojet
Selain varian mesin bensin, produsen juga menawarkan opsi varian bertenaga turbojet.
Pada versi turbojet, WSP-110 mampu melesat hingga kecepatan maksimum 320 km/jam, kecepatan jelajah 140 km/jam, serta mampu mencapai ketinggian operasional hingga 9.000 meter.
Pengoperasian WSP-110 terbilang fleksibel karena dapat lepas landas dan mendarat menggunakan roda pendarat standar, meluncur melalui sistem ketapel (catapult), maupun mendarat memanfaatkan sistem parasut.
Selain mengembangkan drone WSP-110, TBI Technology juga mengonfirmasi bahwa pihak Ukraina turut mengandalkan dan mengimpor perangkat pembidik artileri (artillery sights) buatan mereka. (ON)
