Prancis Sukses Uji Tembak Rudal Balistik M51.3 dari Kapal Selam Nuklir Le Vigilant

AIRSPACE REVIEW – Prancis berhasil melaksanakan uji tembak rudal balistik antarbenua (ICBM) M51.3 dari kapal selam nuklir Le Vigilant pada 6 Oktober.
Peluncuran ini membuktikan bahwa sistem pertahanan dan daya tangkal nuklir negara tersebut tetap berada dalam kondisi yang sangat kuat, andal, serta siap menghadapi dinamika keamanan global.
Uji coba yang diselenggarakan oleh Kementerian Bersenjata Prancis melalui Direktorat Jenderal Persenjataan (DGA) ini dirancang untuk memperbarui dan meningkatkan keandalan armada rudal balistik generasi sebelumnya.
Varian M51.3 menghadirkan berbagai peningkatan teknologi yang signifikan dibandingkan pendahulunya, M51.2.
Rudal generasi baru ini mengusung perbaikan pada mesin tahap ketiga yang memungkinkan jarak tempuh lebih jauh, tingkat akurasi yang lebih presisi, serta kemampuan tinggi untuk menembus sistem pertahanan udara maupun anti-balistik modern.
Seluruh proses penembakan dilakukan tanpa hulu ledak nuklir dan lintasan pendaratannya terpantau jatuh di area aman zona bebas pelayaran Samudra Atlantik Utara.
Mampu Bawa Hulu Ledak MIRV
Pengembangan dan produksi rudal M51.3 digarap oleh konsorsium kedirgantaraan ArianeGroup.
Sebagai rudal balistik yang diluncurkan dari kapal selam (Submarine-Launched Ballistic Missile/SLBM), sistem ini menjadi tulang punggung kekuatan penangkal nuklir berbasis laut Prancis (Force Océanique Stratégique/FOST).
Rudal ini dioperasikan secara penuh oleh armada kapal selam nuklir peluncur rudal balistik (SSBN) kelas Triomphant.
Keberhasilan uji coba ini menegaskan komitmen jangka panjang Prancis dalam modernisasi kekuatan militer dan menjaga keberlanjutan strategi deterensi nuklirnya.
Dengan kemampuan membawa beberapa hulu ledak independen (Multiple Independently Targetable Reentry Vehicles/MIRV), kehadiran M51.3 memastikan armada pertahanan laut Prancis siap merespons berbagai potensi ancaman strategis di masa mendatang. (RNS)
