AS Setujui Penjualan Helikopter Bell 407M dan Bell 412EPX Berikut Persenjatannya ke Irak
Bell HelicopterAIRSPACE REVIEW – Departemen Luar Negeri AS telah menyetujui kemungkinan Penjualan Militer Asing (FMS) kepada Irak untuk helikopter Bell 407M dan Bell 412EPX, beserta senjata, rangkaian sensor canggih, suku cadang dan pelatihan.
Pengadaan ini meningkatkan dua cabang berbeda dari Komando Penerbangan Angkatan Darat Irak (Iraqi Army Aviation Command/IAAC) dengan kemampuan pengangkutan udara dan serangan ke permukaan.
Akuisisi ini untuk mengatasi kendala operasional platform dari Blok Timur yang sudah tua dan mengurangi risiko rantai pasokan.
Helikopter Pengintai Bersenjata
Bell 407M dibangun berdasarkan platform helikopter ringan sipil Bell 407GXi, yang ditenagai satu mesin Rolls-Royce 250-C47E/4.
Dirancang sebagai helikopter pengintai bersenjata, Bell 407M mampu mendeteksi, mengidentifikasi, melacak, dan menyerang target darat siang/malam hari menggunakan sensor EO/IR, senapan mesin, dan roket 70 mm.
Sedangkan Bell 412EPX adalah helikopter medium yang dikembangkan Bell dengan Kawasaki Jepang, yang ditenagai dua mesin Pratt & Whitney Canada (PWC) PT6T-9.
Helikopter turunan UH-1 Huey yang terkenal tangguh ini dapat menampung 14 prajurit dan cukup satu pilot untuk mengoperasikannya.
Guna mempersenjatai kedua helikopter tersebut, Irak secara khusus meminta senapan mesin tiga laras GAU-19, peluncur roket tujuh tabung M260 2,75 inci (70 mm), sensor elektro-optik/inframerah L-3 Wescam MX-15HDI, dan sistem deteksi peluncuran rudal AN/AAR-60 Blok 2.
Saat ini Komando Penerbangan Angkatan Darat Irak sendiri mengoperasikan H135M / H145, H225M dari Airbus Helicopters, dan helikopter serang dan angkut buatan Rusia Mi-28NE, Mi-35 dan Mi-8/Mi-17. (RBS)
