Siap Gantikan Bradley IFV: XM30 Wolf, Kendaraan Tempur Hibrida Berkanon 50 Mm

US Army menerima prototipe XM-30 Wolf IFV untuk gantikan M2 Bradley.GDLS
US Army menerima prototipe XM-30 Wolf IFV untuk gantikan M2 Bradley.

AIRSPACE REVIEW – Angkatan Darat Amerika Serikat (US Army) resmi menerima prototipe pertama kendaraan tempur infanteri (IFV) terkomputerisasi XM30 Wolf buatan General Dynamics Land Systems (GDLS).

Penyerahan yang berlangsung di Aberdeen Proving Ground pada akhir Agustus 2026 ini menjadi penanda dimulainya pengujian ketat oleh pemerintah untuk menggantikan armada veteran M2 Bradley IFV yang telah mengabdi sejak tahun 1981.

Langkah pengadaan XM30 difokuskan sebagai platform IFV yang benar-benar baru, bukan sekadar pembaruan berkala pada Bradley.

Keputusan ini diambil karena kapasitas ruang, daya listrik, serta kompatibilitas arsitektur digital pada struktur M2 Bradley dinilai sudah mencapai batas maksimal untuk menghadapi ancaman pertempuran modern.

Aspek Daya Gempur Tinggi

Secara teknis, XM30 Wolf membawa lompatan besar pada aspek daya gempur, perlindungan, dan efisiensi operasional.

IFV ini mengusung kubah tembak tanpa awak (remotely operated turret) yang dipersenjatai kanon utama XM913 berkaliber 50 mm, lengkap dengan amunisi terprogram jenis airburst, penembus perisai, hingga peluru latihan.

Penggunaan kaliber yang lebih besar dirancang untuk menghancurkan kendaraan lapis baja musuh maupun posisi terkuat dari jarak yang lebih jauh.

Keunggulan ini dipadukan dengan Sistem Proteksi Aktif (APS) terintegrasi serta sistem propulsi hibrida-listrik (hybrid-electric).

Mesin hibrida ini tidak hanya menghemat bahan bakar, tetapi juga memasok daya listrik berkapasitas besar untuk menyokong sensor canggih, perangkat perang elektronik, serta teknologi anti-drone.

Dengan mesin ini, kendaraan juga dapat beroperasi dalam mode senyap (silent operation).

Menariknya, seluruh kemampuan tempur ini hanya dikendalikan oleh dua orang awak kendaraan dengan kapasitas angkut hingga enam personel infanteri tempur.

Arsitektur Sistem Terbuka

GDLS merancang Wolf menggunakan pendekatan arsitektur sistem terbuka (Modular Open Systems Approach) serta rekayasa digital (digital engineering).

Struktur berbasis modular ini memudahkan integrasi perangkat keras maupun perangkat lunak baru di masa depan tanpa harus merombak struktur utama kendaraan.

Selain itu, data yang diperoleh dari uji coba fisik di lapangan akan langsung dimasukkan kembali ke dalam model digital untuk mempercepat perbaikan desain sebelum konfigurasi produksi dibekukan.

Setelah melewati evaluasi performa awal di Aberdeen, beberapa unit prototipe selanjutnya akan dikirim ke 1st Armored Brigade Combat Team, 1st Cavalry Division di Fort Hood, Texas.

Di sana, para prajurit akan menguji langsung antarmuka manusia-mesin, visibilitas, hingga tingkat beban kerja awak dalam skenario manuver tempur nyata.

Produksi Tingkat Awal pada 2028

Pengadaan IFV baru ini juga diwarnai kompetisi ketat, di mana GDLS bersaing langsung dengan American Rheinmetall Vehicles yang mengajukan kandidat berbasis platform Lynx.

Kedua pabrikan telah menerima kontrak senilai total 1,6 miliar USD (Rp27 triliun) sejak Juni 2023 untuk memproduksi serta menguji prototipe masing-masing.

Info Lainnya: Hmm.., pasukan Rusia berhasil menyita M2 Bradley Ukraina sumbangan AS dan akan memboyongnya ke Moskow

Ke depannya, XM30 dirancang untuk beroperasi secara terkoneksi dengan tank utama M1E3 Abrams dan sistem robotik otonom di medan perang modern.

Angkatan Darat AS menargetkan keputusan produksi tingkat awal (Milestone C) pada awal tahun fiskal 2028, sebelum akhirnya menentukan pemenang tunggal untuk melangkah ke tahap keputusan produksi penuh (full-rate production) yang diproyeksikan sekitar tahun 2030. (RW)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *