Melalui Proyek Phoenix Scout, Jet F-16 Taiwan Kini Dilengkapi Pod Pengintai MS-110

Jet tempur F-16 Taiwan membawa pod pengintai MS-110Tsungfang Tsai
Jet tempur F-16 Taiwan membawa pod pengintai MS-110.

AIRSPACE REVIEW – Angkatan Udara Taiwan (ROCAF) resmi melengkapi armada jet tempur F-16 miliknya dengan pod pengintai multispektral MS-110 buatan Collins Aerospace.

Kepastian ini terungkap setelah sebuah F-16AM dengan nomor ekor 6673 tertangkap kamera sedang melakukan uji terbang membawa pod tersebut pada pylon bagian tengah (centreline station), seperti dilaporkan Asian Military Review.

Penerbangan uji coba tersebut berlangsung selama dua hari berturut-turut pada 26 dan 27 Agustus dari Pangkalan Udara Chiashan di Hualien, pantai timur Taiwan.

Proyek Phoenix Scout

Pengadaan perangkat canggih ini merupakan bagian dari Proyek Feng Zhen (Phoenix Scout) yang disepakati melalui kontrak pembelian enam unit pod pada Juli 2021.

Taiwan menandatangani kontrak senilai 340 juta USD untuk enam sistem MS-110 pada bulan Juli 2021. Pod-pod tersebut awalnya dijadwalkan untuk dikirimkan paling lambat tahun 2025, namun program tersebut sempat mengalami penundaan.

MS-110 menyediakan kemampuan pencitraan multispektral jarak jauh yang dapat beroperasi siang dan malam serta mampu mentransmisikan informasi pengintaian melalui datalink, sehingga secara signifikan meningkatkan kemampuan intelijen, pengawasan, dan pengintaian (ISR) taktis RoCAF.

Portal Scramble.nl melaporkan, pod-pod ini akan dioperasikan oleh Skadron Pengintaian Taktis ke-12 (12 TRS) dari Wing Tempur Taktis ke-5, yang berpangkalan di Pangkalan Udara Chiashan, Hualien.

Skadron ini saat ini mengoperasikan pesawat F-16 dengan konfigurasi pengintaian dan bertanggung jawab atas peran pengintaian taktis RoCAF.

Menggantikan Pod Phoenix Eye

MS-110 akan menggantikan pod pengintaian Phoenix Eye yang sudah tua serta memberikan peningkatan substansial dalam hal jangkauan, resolusi, dan kemampuan operasi malam hari.

Pengenalan MS-110 dilakukan menyusul rencana pensiunnya pesawat pengintai RF-5E milik Taiwan pada tahun 2025.

Akibatnya, pesawat F-16 milik 12 TRS akan menjadi platform pengintaian taktis berawak utama bagi RoCAF.

Pesawat yang dilengkapi dengan MS-110 diharapkan tetap mempertahankan kemampuan tempur standar F-16, sehingga memungkinkan pesawat tersebut menjalankan misi pengintaian sembari tetap memiliki kemampuan penggunaan senjata udara-ke-udara dan udara-ke-darat.

Keenam pod MS-110 ini merupakan bagian dari upaya yang lebih luas untuk memperkuat kemampuan ISR udara Taiwan sebagai respons terhadap meningkatnya aktivitas militer Tiongkok di sekitar pulau tersebut.

Kemampuan pencitraan jarak jauh sistem ini memungkinkan pemantauan target di sepanjang pesisir Tiongkok sementara pesawat F-16 tetap berada di dalam wilayah udara Taiwan.

Jangkauan Lebih Jauh

Penggunaan MS-110 menandai lonjakan kemampuan intelijen udara Taiwan karena dikembangkan dari pod DB-110 dengan jangkauan pengintaian standoff mencapai 150 km, jauh melampaui AN/VDS-5 yang terbatas di bawah 100 km.

Jangkauan yang lebih jauh ini memungkinkan jet tempur Taiwan mengintip wilayah daratan Tiongkok secara lebih mendalam tanpa harus mendekati kawasan udara yang berisiko tinggi.

Fitur multispektral pada MS-110 juga memberikan keunggulan teknis dalam membedakan target yang berkamuflase serta mendeteksi detail halus yang sulit terlihat pada citra konvensional.

Selain itu, kemampuan operasional siang dan malam dalam segala kondisi cuaca mengatasi keterbatasan pod pengintai generasi sebelumnya yang kurang optimal saat dioperasikan pada malam hari.

Fleksibilitas sistem ini semakin tinggi karena teknologi pod MS-110 juga kompatibel untuk dipasang pada drone MQ-9B yang saat ini mulai diterima oleh militer Taiwan.

Penguatan armada pengintai ini melengkapi kesiapan Taiwan yang tengah bersiap menerima pasangan pertama dari 66 unit jet tempur baru F-16C/D Block 70 dari Amerika Serikat. (RW)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *