Operasikan 47 Unit, Filipina Menjadi Pengguna Heli S-70i Black Hawk Terbesar di Dunia

S-70iLockheed Martin
Helikopter S-70i Black Hawk.

AIRSPACE REVIEW – Angkatan Udara Filipina (PAF) secara resmi telah menyelesaikan proses penerimaan seluruh 32 unit helikopter angkut sedang S-70i Black Hawk dari PZL Mielec, anak perusahaan Lockheed Martin di Polandia.

Penyerahan tujuh unit terakhir di Pangkalan Udara Kolonel Jesus Villamor, Pasay City, mengukuhkan Filipina sebagai operator terbesar di dunia khusus varian S-70i dengan total armada mencapai 47 unit.

Acara serah terima dan pemberkatan armada helikopter baru tersebut dipimpin oleh Komandan Jenderal PAF, Letnan Jenderal Arthur M. Cordura.

Pengadaan armada S-70i Black Hawk ini dilaksanakan melalui dua kontrak terpisah.

Kontrak pertama ditandatangani pada 2019 senilai 11,5 miliar peso (sekitar 205 juta USD atau Rp3,26 triliun) untuk 16 unit helikopter yang tiba pada 2020 dan 2021.

Unit gelombang pertama ini langsung dikerahkan untuk misi bantuan kemanusiaan serta penanggulangan bencana, termasuk dampak Siklon Odette di wilayah Visayas dan Mindanao.

Baca di Sini: Helikopter terbaru S-70i AU Filipina Jatuh, enam awaknya meninggal

Namun, satu unit dari batch pertama ini mengalami kecelakaan di Capas, Tarlac pada 2021, sehingga menyisakan 15 unit yang beroperasi.

Kontrak Kedua

Pemerintah Filipina kemudian menandatangani kontrak kedua pada 2022 senilai 32 miliar peso (sekitar 571 juta dolar AS atau Rp9,09 triliun) untuk menambah 32 unit helikopter.

Pengiriman tahap kedua ini dilakukan secara bertahap, dimulai 10 unit pada 2024, 10 unit pada 2025, 5 unit pada Januari 2026, dan 7 unit terakhir pada 26 Agustus 2026.

Proyek pengadaan ini merupakan bagian dari tahap Horizon 2 Program Modernisasi Angkatan Bersenjata Filipina (AFP) berdasarkan Undang-Undang Republik No. 10349.

Armada S-70i difungsikan untuk menggantikan helikopter UH-1H Huey yang sudah beroperasi puluhan tahun dan dinilai kurang optimal untuk kebutuhan operasi modern.

Sebagai helikopter angkut sedang serbaguna, S-70i sanggup mengangkut 16 prajurit bersenjata lengkap atau 20 personel dengan daya tahan terbang hingga 2,5 jam.

Helikopter ini juga dapat diandalkan untuk misi pencarian dan pertolongan (SAR), evakuasi medis, penyusupan cepat (fast-rope), pemadam kebakaran udara, hingga pengangkutan kargo berat.

Darurat Bencana dan Kontra Insurgensi

Dengan total 47 unit yang dimiliki, PAF berencana menyebarkan armada ini ke berbagai Komando Operasi Taktis di seluruh wilayah kepulauan Filipina.

Penyebaran ini bertujuan untuk mempercepat tanggap darurat bencana serta mendukung pergeseran fokus militer Filipina dari operasi kontra-pemberontakan menuju pertahanan wilayah (territorial defense).

Beberapa unit baru juga akan ditempatkan di Palawan untuk mendukung misi patroli udara di kawasan Laut Filipina Barat. (PN)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *