Dua Dekade Sejak Pensiun, Jet Siluman F-117 Butuh Komponen Peledak Baru

F-117A NighthawkUSAF
Jet tempur siluman F-117 Nighthawk USAF.

AIRSPACE REVIEW – Meski Angkatan Udara AS (USAF) telah resmi memensiunkan armada jet siluman F-117 Nighthawk pada tahun 2008, pesawat berkode “Black Jet” ini ternyata masih aktif mengudara dan membutuhkan perawatan khusus.

Informasi terbaru dari dokumen pengadaan pemerintah menunjukkan bahwa USAF sedang mencari pemasok perangkat peledak baru untuk mendukung operasional armada F-117 yang tersisa.

Pengadaan ini bukan ditujukan untuk amunisi serangan, melainkan untuk sistem kail pendaratan darurat (tailhook) yang terpasang pada badan pesawat.

Perangkat Peledak Kartrid dan Propelan

Sistem tailhook pada F-117 memiliki desain yang cukup unik dibandingkan pesawat tempur non-siluman lainnya.

Jika pada pesawat tempur standar kail pendaratan dipasang secara eksternal atau semi-eksternal di bagian belakang, pada F-117 kail tersebut harus disembunyikan sepenuhnya di dalam kompartemen tertutup guna menjaga penampang pantulan radar (radar cross-section) agar tetap rendah dan tak terdeteksi.

Ketika pilot harus melakukan pendaratan darurat dan mengaktifkan kail, sistem peledak khusus berupa perangkat peledak kartrid dan propelan (CAD/PAD) akan diledakkan untuk melepas panel penutup secara mendadak sehingga kail dapat turun dan berfungsi.

Mengingat komposit peledak memiliki masa kadaluarsa, USAF perlu memperbarui persediaan CAD/PAD tersebut agar sistem keselamatan penerbangan tetap andal.

Operasional skala kecil F-117 yang berbasis di Bandara Tonopah Test Range, Nevada, kini difungsikan sebagai pesawat uji coba serta pemeran musuh (red air aggressor) dan peniru rudal jelajah siluman dalam berbagai latihan tempur.

Profil radar dan inframerah khas yang dimiliki Nighthawk memberikan tantangan unik bagi para pilot muda serta operator sistem pertahanan udara modern.

Kebutuhan logistik untuk mempertahankan jet legendaris ini juga berdampak pada dukungan armada udara lainnya, seperti sertifikasi tanker KC-46 Pegasus untuk pengisian bahan bakar di udara bagi F-117.

Dengan rencana operasional yang diproyeksikan masih akan berlanjut hingga setidaknya dekade berikutnya, pengadaan bahan peledak tailhook ini menegaskan bahwa kisah F-117 masih jauh dari kata usai.

Akan Dioperasikan Hingga 2034

Penggunaan mekanisme peledak CAD/PAD pada pesawat tempur sebenarnya paling umum dijumpai pada sistem penyelamatan darurat, khususnya kursi pelontar pilot.

Dalam daftar pengadaan untuk F-117 ini, USAF juga memasukkan komponen peledak yang berfungsi melepas panel kanopi utama yang dikenal sangat berat agar pilot dapat terlontar dengan aman.

Namun, kehadiran komponen bernama Tail Hook Panel Pyrotechnic Assembly dan Tail Hook Panel Initiator mempertegas betapa kompleksnya integrasi fitur keselamatan darurat pada jet tempur berdesain siluman.

Baca di Sini: USAF akan tetap mengoperasikan jet F-117 Nighthawk hingga tahun 2034: Misteri huruf “F” untuk mengelabui intelijen Soviet?

Desain penutup kail darurat berbasis peledak ini menjadi cikal bakal bagi pengembangan jet siluman modern AS generasi berikutnya, seperti F-22 Raptor dan F-35A Lightning II, yang juga menyembunyikan tailhook mereka di balik panel flush tertutup.

Ditambah dengan rencana USAF untuk terus menerbangkan F-117 setidaknya hingga tahun 2034, perawatan khusus pada sistem mekanis yang unik dan rumit ini menjadi bukti nyata komitmen militer AS dalam menjaga keterandalan armada jet uji coba legendaris tersebut. (RW)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *