Rusia Pangkas Birokrasi Sertifikasi Tu-204 dan Tu-214 demi Genjot Produksi Pesawat Sipil

Jet komersial Rusia Tu-204 dan Tu-214RuAviation
Jet komersial Rusia Tu-204 dan Tu-214.

AIRSPACE REVIEW – Di tengah ketatnya sanksi Barat, Rusia mengambil langkah strategis untuk mempercepat kemandirian teknologi penerbangan sipilnya. Otoritas penerbangan Moskow resmi menyederhanakan proses sertifikasi untuk keluarga pesawat komersial Tupolev, yaitu Tu-204 dan Tu-214.

Lewat penyatuan sertifikat tipe ke dalam satu dokumen terintegrasi, Moskow berhasil memangkas hambatan birokrasi. Kebijakan ini bertujuan mempermudah operasional, perawatan, serta modifikasi pesawat di masa depan bagi produsen maupun maskapai penerbangan.

Penggabungan regulasi ini menjadi angin segar bagi industri kedirgantaraan Rusia yang tengah berjuang menggantikan dominasi Airbus dan Boeing.

Tulang Punggung Penerbangan Domestik

Varian Tu-214 buatan Pabrik Pesawat Kazan kini ditargetkan menjadi tulang punggung penerbangan domestik dengan kapasitas hingga 210 penumpang.

Untuk mewujudkan kedaulatan armada udara, Rusia melakukan pembaruan total pada 17 sistem utama pesawat.

Modernisasi mencakup sektor avionik, sistem keselamatan, dan teknologi navigasi berbasis komponen lokal yang sertifikasinya telah rampung pada akhir 2025.

Kendati demikian, ambisi manufaktur massal ini masih dihadapkan pada tantangan kapasitas produksi di lantai pabrik.

United Aircraft Corporation (UAC) memproyeksikan pengiriman bertahap sebanyak empat unit pesawat pada 2026 dan delapan unit pada 2027 sebelum mengejar target 20 unit per tahun.

Lambatnya akselerasi ini disebabkan oleh proses perakitan yang sebagian besar masih dilakukan secara manual.

Selain itu, pabrik juga perlu menata rantai pasok komponen dalam negeri serta memperbarui infrastruktur manufaktur secara bertahap.

Singkirkan Hambatan Administratif

Tantangan lain muncul dari konfigurasi kokpit Tu-214 yang masih mengandalkan tiga awak, termasuk flight engineer.

Rusia kini mengkaji modernisasi sistem kokpit menjadi dua pilot agar sesuai dengan standar efisiensi dan kebutuhan operasional maskapai komersial modern.

Penyederhanaan regulasi sertifikasi Tu-204 dan Tu-214 membuktikan keseriusan Moskow dalam menyingkirkan hambatan administratif.

Keberhasilan proyek substitusi impor ini kini sepenuhnya bergantung pada efisiensi manufaktur Pabrik Kazan dan kestabilan pasokan komponen lokal.

Mesin Buatan Dalam Negeri

Dari segi rekam jejak, Tupolev Tu-204 pertama kali dikembangkan pada era akhir Uni Soviet sebagai pengganti armada jet tiga mesin Tu-154.

Pesawat ini dirancang dengan konfigurasi mesin ganda di bawah sayap dan bodi lorong tunggal (narrow-body), menjadikannya setara secara konseptual dengan Boeing 757 buatan Amerika Serikat.

Sementara itu, Tu-214 pada dasarnya merupakan varian modifikasi berat dari Tu-204-100 yang diproduksi secara khusus di Pabrik Pesawat Kazan.

Pesawat ini dibekali dengan peningkatan bobot lepas landas maksimum (Maximum Takeoff Weight) serta kapasitas tangki bahan bakar yang lebih besar, sehingga mampu menempuh jarak jelajah yang lebih jauh untuk rute domestik maupun internasional.

Secara teknis, baik Tu-204 maupun Tu-214 ditenagai oleh sepasang mesin turbofan Aviadvigatel PS-90A buatan dalam negeri Rusia.

Info Lainnya: Badan antariksa Rusia Roscosmos menerima Tu-204-100V ketiga: Pesawat akan digunakan untuk mobilisasi kosmonot, kru, maupun logistik ke kosmodrom

Mesin ini memberikan dorongan yang cukup kuat untuk membawa hingga 210 penumpang, meski secara efisiensi konsumsi bahan bakar dan tingkat kebisingan masih kalah jika dibandingkan dengan mesin modern generasi terbaru seperti CFM LEAP atau Pratt & Whitney GTF.

Meskipun sempat tertinggal dari pesawat buatan Barat dalam hal teknologi kokpit dan efisiensi operasional maskapai komersial, Tu-214 memiliki reputasi keandalan struktur yang sangat tangguh.

Sebelum diproyeksikan untuk penerbangan sipil massal, model ini telah lama dipercaya dan diandalkan oleh skuadron udara pemerintah Rusia untuk misi VIP kepresidenan serta pengawasan militer khusus. (PN)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *