Rusia Genjot Produksi Drone Jet Geran-4 dan Geran-5 hingga Ribuan Unit Per Bulan
IstimewaAIRSPACE REVIEW – Industri pertahanan Rusia dilaporkan telah mengalihkan sebagian kapasitas produksinya untuk memprioritaskan pembuatan drone kamikaze bermesin jet terbaru, yaitu seri Geran-4 dan Geran-5.
Langkah strategis ini membuat volume produksi drone berkecepatan tinggi tersebut kini secara resmi melampaui produksi Geran-2 (Shahed-136) versi konvensional yang masih mengandalkan mesin pembakaran dalam.
Berdasarkan data dari Direktorat Intelijen Utama (HUR) Kementerian Pertahanan Ukraina per Agustus 2026, industri Rusia mampu memproduksi sekitar 3.000 unit drone Geran-4/5 setiap bulannya, berbanding 2.800 unit untuk Geran-2.
1.400 Peluncuran Drone Jet
Pergeseran fokus produksi ini memicu lonjakan signifikan dalam intensitas penggunaan drone bermesin jet di medan perang sejak awal tahun 2026.
Angkatan Udara Ukraina mencatat bahwa jika sepanjang tahun 2025 mereka hanya mendeteksi sekitar 180 kali peluncuran drone jet, angka tersebut melonjak drastis hingga mencapai 1,400 peluncuran pada awal Juni 2026.
Bahkan pada gelombang serangan di bulan Juli, frekuensi penggunaan drone jet meningkat hingga lima kali lipat dibandingkan bulan sebelumnya, di mana pada beberapa insiden serangan, drone jet menyumbang hingga dua pertiga dari total drone yang dikerahkan Rusia.
Baca di Sini: Ukraina mengakui kesulitan menangkal drone kamikaze bermesin jet Rusia
Peningkatan drastis ini memberikan tekanan yang luar biasa berat bagi sistem pertahanan udara dan penerbangan Ukraina.
Wakil Kepala HUR, Mayor Jenderal Vadym Skibitsky, mengungkapkan bahwa Rusia sempat sedikit menurunkan intensitas serangan drone umum pada bulan Juli demi menyesuaikan lini produksi ke model turbojet Geran-4 dan Geran-5.
Tantangan Pasokan Komponen dari China
Kendati demikian, skema produksi ini memiliki tantangan tersendiri bagi Moskow, terutama terkait ketergantungan penuh pada pasokan mesin turbojet impor dari China yang harganya cukup mahal, yakni berkisar antara 35.000 hingga 40.000 Dolar AS per unit, sembari Rusia terus berupaya mengembangkan mesin buatan dalam negeri.
Dari segi kapabilitas teknis, baik Geran-4 maupun Geran-5 membawa peningkatan performa yang cukup signifikan dibanding pendahulunya.
Geran-4 dibekali mesin turbojet China berdaya dorong 160 kgf yang memungkinkan drone melaju dengan kecepatan jelajah 350 hingga 500 km/jam, jarak jangkau hingga 850 km, serta mampu membawa hulu ledak seberat 50 kg.
Baca Juga: Rusia perluas pangkalan drone Tsymbulova, tambah 10 peluncur drone jet Geran-5
Sementara itu, Geran-5 mengusung desain yang benar-benar baru, meninggalkan konfigurasi sayap delta khas Shahed dan lebih menyerupai rudal jelajah.
Ditenagai mesin jet TELEFLY TF-TJ2000A, Geran-5 sanggup mengangkut hulu ledak yang lebih besar seberat 90 kg dengan daya jangkau serangan mencapai 1.000 km. (ON)
