Lockheed Martin Banting Harga, Peru Siap Ambil 12 F-16 Block 70 Tambahan
Lockheed MartinAIRSPACE REVIEW – Pemerintah Peru siap menambah 12 unit pesawat tempur F-16 Block 70 buatan Lockheed Martin setelah produsen asal Amerika Serikat tersebut melakukan langkah ekstrem dengan banting harga penawarannya.
Keputusan strategis ini diambil guna menggenapi program rearmament Angkatan Udara Peru (Fuerza Aérea del Perú/FAP) menjadi total 24 jet tempur F-16 Block 70 demi menjamin kemampuan deterensi minimum dalam menjaga kedaulatan wilayahnya.
Rencana akuisisi tahap kedua ini dikonfirmasi langsung oleh Menteri Pertahanan Peru, Rafael Belaunde Llosa, merujuk pada laporan dari media pertahanan Infodefensa.
Belaunde menjelaskan bahwa pemerintahan transisi sebelumnya tidak meninggalkan alokasi dana untuk proyek ini, sehingga kabinet baru memerlukan waktu tambahan untuk mengamankan anggaran sebelum menandatangani kontrak kedua.
Kendati menghadapi kendala finansial, sang menteri menegaskan komitmennya untuk berupaya maksimal memenuhi kebutuhan Angkatan Udara dan menilai tidak logis jika akuisisi dihentikan hanya pada tahap pertama.
Kelanjutan dari Kontrak Pertama
Proses rearmament ini sendiri merupakan kelanjutan dari kontrak pembelian batch pertama jet tempur F-16C/D Block 70 yang telah disepakati antara Angkatan Udara Peru dan Lockheed Martin pada April 2026.
Penjualan ini berhasil dijangkau setelah Lockheed Martin secara signifikan memangkas penawaran harganya agar menyesuaikan dengan batas anggaran pemerintah Peru.
Dari proposal awal senilai 3,42 miliar dolar AS (sekitar Rp60,97 triliun) untuk 12 unit, Lockheed Martin menyesuaikannya menjadi 3,5 miliar dolar AS (sekitar Rp62,39 triliun) untuk total 24 unit pesawat.
Baca Juga: Singkirkan Gripen E/F dan Rafale F4, Peru resmi memilih jet tempur F-16 Block 70 plus tanker KC-135
Pemotongan harga yang sangat agresif tersebut disinyalir menjadi faktor kunci terpilihnya F-16 Block 70.
Sebelumnya, Peru sempat melirik beberapa kandidat kuat lainnya dalam proses seleksi, seperti Rafale F4 besutan Dassault Aviation dari Prancis dan Gripen E/F dari Saab asal Swedia.
Penawaran ekonomis dari Lockheed Martin ini pun sukses membalikkan keadaan, menggeser posisi JAS 39 Gripen Swedia yang sebelumnya sempat memenangkan tender tersebut.
Generasi 4,5
F-16 Block 70/72 Viper sendiri merupakan varian tercanggih dan paling modern dari keluarga pesawat tempur legendaris F-16 Fighting Falcon.
Jet tempur generasi 4,5 ini dirancang untuk menjembatani teknologi pesawat tempur generasi terdahulu dengan platform generasi kelima seperti F-35 dan F-22.
Keunggulan utama F-16 Block 70 terletak pada integrasi radar Active Electronically Scanned Array (AESA) AN/APG-83 SABR buatan Northrop Grumman.
Radar canggih ini mengadopsi kemiripan teknologi dengan radar F-35, memberikan jet tempur ini kemampuan pelacakan multitarget yang presisi, jangkauan deteksi yang lebih jauh, serta kesadaran situasional tingkat tinggi di berbagai kondisi cuaca.
Selain sistem avionik dan cockpit digital mutakhir berlayar tunggal resolusi tinggi, Block 70 juga dibekali peningkatan struktur rangka yang memperpanjang usia pakai pesawat hingga 12.000 jam terbang.
Varian ini turut dilengkapi sistem keselamatan penerbangan revolusioner Automatic Ground Collision Avoidance System (Auto GCAS) serta dukungan integrasi tangki bahan bakar konformal (Conformal Fuel Tanks) untuk memperjauh jarak jelajah tanpa mengorbankan titik beban senjata. (RNS)
