Heboh Tiongkok dan Indonesia akan Latihan Tempur di Timur Taiwan, Ini yang Sebenarnya

KRI I Gusti Ngurah Rai dalam Latma Orruda 2026 di VladivostokTNI AL
KRI I Gusti Ngurah Rai dalam Latma Orruda 2026 di Vladivostok.

AIRSPACE REVIEW – Kementerian Pertahanan Nasional Tiongkok mengumumkan rencana latihan navigasi angkatan laut bersama antara Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat (PLAN) dan TNI Angkatan Laut yang akan digelar di perairan sebelah timur Pulau Taiwan pada pertengahan Agustus 2026.

Latihan bilateral ini dirancang untuk memperkuat sinergi militer praktis sekaligus meningkatkan kemampuan operasional bersama kedua negara.

Dalam keterangan resminya pada Selasa (11/8/2026), pihak Kementerian Pertahanan Tiongkok menyampaikan bahwa serangkaian armada kapal fregat dari kedua negara akan dikerahkan secara langsung ke area latihan, seperti diberitakan Xinhua.

Materi latihan utama meliputi simulasi komunikasi antar-armada (communications exercises) hingga prosedur pengisian ulang logistik dan bahan bakar di tengah laut (maritime replenishment operations).

Fokus utama latihan adalah pada peningkatan koordinasi taktis serta pemantapan navigasi bahari di perairan terbuka.

Langkah strategis ini mencerminkan komitmen berkelanjutan antara Beijing dan Jakarta dalam mempererat kemitraan pertahanan bilateral yang kian solid.

Selain menguji keandalan teknis dan kesiapan armada frigat dalam bermanuver, latihan navigasi ini diposisikan oleh kedua negara sebagai upaya bersama untuk memelihara perdamaian, keamanan, dan stabilitas maritim regional di kawasan Asia-Pasifik.

Penyelenggaraan latihan bersama ini juga menjadi momentum penting dalam memperdalam diplomasi pertahanan kedua negara.

Melalui interaksi operasional di lapangan, Angkatan Laut Tiongkok dan TNI AL diharapkan mampu membangun rasa saling percaya (mutual trust) yang lebih kuat, sekaligus meningkatkan interoperabilitas serta kesiapsiagaan operasional armada di jalur perairan strategis.

TNI AL: Bukan Latihan Tempur

Sementara itu, menanggapi isu yang berkembang, TNI AL memberikan penjelasan resmi menyusul respons dari pihak Taiwan terkait pengumuman latihan angkatan laut di perairan sebelah timur negara mereka.

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal), Laksamana Pertama TNI Tunggul, menjelaskan bahwa kapal perang jenis fregat KRI I Gusti Ngurah Rai-332 saat ini sedang berada dalam pelayaran kembali ke Indonesia setelah menyelesaikan rangkaian latihan bersama Orruda 2026 dengan Rusia di Vladivostok.

Baca di Sini: Aksi memukau di perairan Vladivostok: TNI AL dan Russian Navy gelar penggerebekan VBSS

Di sepanjang jalur pelayaran pulang tersebut, KRI I Gusti Ngurah Rai dijadwalkan melaksanakan latihan lintas navigasi terbatas atau passing exercise (passex) dengan angkatan laut dari beberapa negara yang kawasannya dilintasi, meliputi Jepang, Tiongkok, hingga Armada Ketujuh Angkatan Laut Amerika Serikat.

Implementasi Politik Luar Negeri Bebas Aktif

Pihak TNI AL menggarisbawahi bahwa passex merupakan bentuk interaksi rutin yang lazim dilakukan oleh angkatan laut di seluruh dunia untuk membangun komunikasi, memperkuat rasa saling percaya, serta mendukung diplomasi maritim, dan bukan merupakan bentuk latihan perang (war fighting).

TNI AL juga menegaskan bahwa pelaksanaan interaksi navigasi bersama berbagai negara mitra ini sejalan dengan prinsip politik luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif.

“Passing Exercise merupakan bentuk interaksi untuk membangun komunikasi, kepercayaan, hubungan baik, dan semangat persahabatan antar angkatan laut, sekaligus mendukung diplomasi maritim Indonesia,” kata Tunggul.

“Kegiatan ini juga mencerminkan komitmen Indonesia untuk memperkuat persahabatan serta turut menjaga keamanan, stabilitas maritim, dan perdamaian dunia,” tambahnya.

Melalui kerja sama maritim yang terbuka dengan seluruh angkatan laut negara sahabat di kawasan, Indonesia berkomitmen untuk mempererat persahabatan internasional sekaligus berkontribusi aktif dalam menjaga stabilitas, keamanan, dan perdamaian maritim dunia. (RNS)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *