Selain Ribuan Roket M26, Turkiye Juga Akan Memberikan 70 Rudal ATACMS ke Ukraina
US ArmyAIRSPACE REVIEW – Ukraina sedang berupaya memperoleh 70 rudal balistik taktis M39 ATACMS (Army Tactical Missile System) dari Turkiye, sebuah usulan transfer yang dirinci dalam Catatan Kongres AS pada 6 Agustus 2026.
Kesepakatan ini dapat memulihkan ancaman serangan jarak jauh Ukraina yang berkelanjutan terhadap logistik Rusia, pos komando, pertahanan udara, dan target bernilai tinggi lainnya hingga jauh di belakang garis depan pertempuran.
Transfer tersebut akan memberi Ukraina amunisi ATACMS tambahan sambil memanfaatkan stok Turkiye yang sudah ada, alih-alih hanya bergantung pada rudal yang dipasok langsung dari inventaris AS.
Dikombinasikan dengan paket terpisah yang terdiri dari 12 peluncur M270 MLRS beroda rantai juga dari Turkiye, termasuk 2.524 roket jenis M26, langkah ini dapat memperkuat kemampuan Ukraina untuk mempertahankan tembakan jarak jauhnya.
Berjangkauan 165 Km
Secara teknis, M39 adalah versi produksi pertama ATACMS, yang dioptimalkan untuk efek area luas daripada penargetan titik.
Rudal permukaan ke permukaan yang diproduksi oleh Lockheed Martin ini memiliki diameter 61 cm dan tinggi 4 m. Jangkauan maksimum M39 sekitar 165 km atau sekitar 100 mil.
Untuk navigasinya, M39 Block 1 mengandalkan panduan inersia otonom menggunakan giroskop laser tanpa koreksi berbasis GPS. Sementara pada versi Block IA telah menggunakan navigasi berbantuan GPS.
Info Lainnya: Makin berat perjuangan Ukraina, persediaan rudal jarak jauh ATACMS sumbangan AS dilaporkan telah habis
Rudal ini membawa hulu ledak kluster yang kuat dengan berat sekitar 560 kg yang berisi 950 submunisi fragmentasi antipersonel/antimaterial M74.
Munisi ini dimaksudkan untuk menghasilkan efek terhadap personel, kendaraan tanpa lapis baja, peralatan yang terbuka, elemen pertahanan udara, dan target lunak tersebar lainnya.
2.524 Roket M26
Selain 70 unit ATACMS, Turkiye juga akan menyumbangkan roket jenis M26 kaliber 227 mm sebanyak 2.524 pucuk, juga untuk mempersenjatai M270 MLRS.
Roket tanpa pemandu ini dilengkapi dengan submunisi amunisi konvensional yang ditingkatkan untuk tujuan ganda (DPICM).
M26 dirancang terutama untuk menyerang target area, termasuk konsentrasi pasukan dan peralatan, dengan jangkauan tembak 32 km. (RBS)
