FAA Investigasi Insiden Heli Marine One yang Membawa Donald Trump
IstimewaAIRSPACE REVIEW – Badan Penerbangan Federal Amerika Serikat (FAA) tengah menyelidiki insiden keselamatan yang melibatkan helikopter kepresidenan Marine One saat mengangkut Presiden AS Donald Trump pada 4 Agustus 2026.
Berdasarkan laporan The Wall Street Journal, penyelidikan berfokus pada potensi pelanggaran jarak pemisah yang aman antara helikopter Gedung Putih tersebut dan pesawat komersial di sekitar Bandara Nasional Ronald Reagan Washington (DCA).
Menurut sumber yang dikutip, petugas pengawas lalu lintas udara diduga tidak menahan penerbangan komersial sebagaimana diwajibkan dalam protokol keselamatan terbaru.
Embraer E175
Sementara itu, Reuters melaporkan, insiden hilangnya jarak aman heli Marine One ini melibatkan jet komersoal Embraer E175 milik Envoy Air, yang beroperasi untuk American Airlines.
Pesawat tersebut lepas landas dari DCA pada pukul 14.30 waktu setempat, dan Marine One lepas landas dari area Ellipse dekat Gedung Putih beberapa menit setelahnya.
Aturan FAA menetapkan bahwa setiap pesawat di ruang udara Kelas B seperti kawasan Reagan National wajib menjaga jarak setidaknya 1,5 mil laut atau ketinggian 500 kaki.
Walaupun Marine One dan Embraer E175 diduga tidak memenuhi aturan standar tersebut, pihak FAA menegaskan bahwa insiden ini tidak dikategorikan sebagai situasi berbahaya (dangerous close call) dan kedua armada tersebut tidak berada dalam lintasan yang saling mendekat.
Pengawasan di ruang udara sekitar Ronald Reagan sendiri meningkat tajam sejak tragedi tabrakan udara pada 29 Januari 2025 antara helikopter Sikorsky UH-60L dan pesawat komersial PSA Airlines yang menewaskan 67 orang.
Sejak tragedi tersebut, otoritas penerbangan telah memperketat aturan pencegahan, termasuk menghapus penggunaan metode pemisahan visual untuk menjaga jarak antar-pesawat. (RW)
